Hukum

KPK Mulai Sita Harta RZ

Friday, 28 Juni 2013 | View : 908

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyita tiga buah mobil dan satu apartemen di Belleza Permata Hijau yang diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap dalam perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2010 terkait pembangunan arena menembak penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, serta dalang suap ke sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau baik dalam delik sebagai penerima suap maupun dalam delik pemberi suap, dan dugaan korupsi melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dan penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) dengan pengalihan fungsi hutan di Kabupaten Pelalawan, Riau pada tahun 2001-2006, dengan tersangka Gubernur Riau, R.Z. 

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo. “Terkait RZ. Ada penyitaan terhadap mobil dan apartemen tersebut merupakan hasil penggeledahan beberapa waktu lalu yang dilakukan KPK di sejumlah tempat terkait kasus Riau,”  kata Johan Budi Sapto Prabowo. “Ada tiga buah mobil dan satu apartemen Belleza Nomor 8 di Permata Hijau,” ungkap Johan Budi SP. di plaza Gedung KPK, Kamis (27/6/2013). “Harga satu unit apartemen yang berukuran 122 meter persegi di kawasan tersebut berkisar Rp 20 miliar,” sambungnya. Mobil tersebut sudah terparkir di halaman parkir Gedung KPK. “Ketiga mobil tersebut adalah Honda Jazz matik warna merah bernopol B 517 TY, Honda Freed warna hitam bernopol B 130 LAK, dan Honda Accord warna hitam bernopol B 11 SY,” tambah Johan Budi.

Namun, Johan Budi enggan memerinci dari lokasi mana penyitaan itu dilakukan oleh KPK. “Sejumlah penyitaan itu dilakukan penyidik dari tiga lokasi yang digeledah oleh KPK pada Kamis (20/6/2013) pekan lalu,” jelas Johan Budi. Diketahui, penyidik KPK telah menggeledah tiga lokasi berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap yang dilakukan RZ. Tiga lokasi tersebut adalah Kantor Perwakilan Riau di Jalan Otto Iskandar Dinata No.107, Jakarta Timur, serta dua rumah atas nama Muhammad Akil di Jalan Purwakarta No.29, Jakarta Pusat, dan Rahman Akil di Jalan Alam Segar 1 No.9, Jakarta Selatan.

“KPK turut pula mengamankan sejumlah dokumen. Dokumen tersebut diduga yang berkaitan dengan penerimaan gratifikasi dalam PON Riau oleh R.Z.,” papar Johan Budi. 

Dalam perkara pertama, politisi Partai Golkar tersebut melakukan tindak pidana korupsi terkait perubahan Perda No.6 Tahun 2010 tentang penambahan anggaran pembangunan venue untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru, Riau. RZ. Diduga menerima sejumlah hadiah dari rekanan pelaksana pembangunan venue PON melalui eks Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Lukman Abbas yang telah duduk sebagai pesakitan dalam kasus tersebut.

Perkara kedua, RZ. Dijerat terkait perubahan perda yang sama. Hanya saja, berbeda peran, yaitu diduga memberikan sesuatu kepada anggota DPRD Riau.

Perkara ketiga, RZ selaku Gubernur Riau diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengesahan bagan kerja penerbitan izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) tahun 2001-2006 di Pelalawan, Riau. RZ. Dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (id/sp/kj/jp)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.684.058 Since: 05.03.13 | 0.1723 sec