Olah Raga

Petenis Australia Lleyton Hewitt Klaim Juara ATP Brisbane

Sunday, 05 Januari 2014 | View : 826

BRISBANE-SBN.

Petenis negeri Kanguru, Australia berusia 32 tahun yang merupakan mantan petenis peringkat satu dunia yang kini menduduki peringkat 60 dunia, Lleyton Glynn Hewitt, akhirnya bisa juga jadi juara setelah terakhir 2010. Itu merupakan gelar pertama petenis Australia itu, Lleyton Glynn Hewitt sudah tidak meraih gelar juara selama hampir empat tahun sejak musim tahun 2010 silam.

Lleyton Glynn Hewitt adalah petenis putra termuda sepanjang sejarah yang pernah menduduki ranking satu dunia pada usia 20 tahun.

Lleyton Hewitt mampu menjadi yang terbaik di ajang Brisbane Internasional. Gelar ATP ini juga merupakan yang ke-29 bagi Lleyton Hewitt di ATP Tour. Turnamen Brisbane Internasional merupakan turnamen pemanasan menuju Australia Terbuka 2014 yang akan dimulai hari Senin pada 13 Januari 2014 mendatang.

Gelar juara Brisbane International 2014 menjadi milik Lleyton Hewitt. Itu terjadi dalam laga melawan Roger Federer setelah Lleyton Hewitt sukses menjungkalkan lawannya dalam partai final. Lleyton Glynn Hewitt sendiri mampu menyudahi perlawanan Roger Federer.

Pada final Brisbane International, mantan petenis nomor satu dunia, Lleyton Hewitt membukukan kejutan dengan sukses menekuk unggulan utama Roger Federer dari Swiss dengan tiga set 6-1, 4-6, dan 6-3 di laga final ATP Brisbane Internasional yang dilangsungkan di Pat Rafter Arena, Minggu (5/1/2014).

Pertandingan sendiri berjalan ketat. Pertarungan kedua petenis yang pernah berjumpa 2010 silam berjalan seru. Tercatat, waktu dua jam tujuh menit untuk menentukan siapa yang layak keluar menjadi juara.

Finalis Melbourne pada tahun 2005, Lleyton Hewitt tampil apik di laga final turnamen Brisbane International itu dengan hanya kehilangan satu poin dari servisnya di set pertama dan mematahkan tiga kali servis Roger Federer. Menghadapi, Lleyton Hewitt, Roger Federer tiga kali patah servis dan 22 kali melakukan unforced error di set pertama, salah satunya pukulan swingnya yang melambung jauh. Roger Federer sendiri terlihat cukup sering melakukan kesalahan sendiri dan terlihat pergerakan yang kurang lincah sehingga set pertama mampu dimenangkan oleh Lleyton Hewitt dengan kedudukan 6-1 dalam waktu 27 menit.

Set kedua berjalan, Lleyton Hewitt juga mencoba mengambil alih pertandingan. Tapi, Roger Federer justru tampil apik. Setelah banyak melakukan kesalahan di set pertama, petenis asal Swiss itu tidak mengulangi kesalahan serupa di set kedua. Di set kedua Roger Federer coba bangkit dan akhirnya mampu melakukan breakpoint atas petenis Australia peringkat 61 dunia itu di tiga servis pertamanya. Roger Federer membalikkan keadaan di set kedua dan akhirnya mampu mencuri set kedua dengan skor 6-4 setelah dia menemukan penampilan terbaiknya sehingga kedudukan imbang 1-1.

Masuk di set pamungkas, Lleyton Glynn Hewitt berusaha lebih keras lagi untuk meladeni permainan Roger Federer. Bahkan, Bahkan, Lleyton Glynn Hewitt sempat memimpin skor 4-1. Meski penampilan Roger Federer terus membaik memasuki set ketiga, Lleyton Glynn Hewitt yang tampil di hadapan para pendukungnya tidak mau menyerah. Hingga akhirnya, Lleyton Glynn Hewitt mampu mengunci dan memastikan meraih kemenangan dengan skor akhir 6-3 di set penentuan itu. Namun, pada akhirnya, Roger Federer memang harus mengakui keunggulan Lleyton Hewitt yang kini tengah coba bangkit kembali.

"Sejak pertama saya melihat pertandingan seperti sebuah laga sepakbola. Saya tak peduli di mana dia melakukan service, saya selalu ada di sana. Saya merasa sangat bangga dengan kemenangan ini," terang Lleyton Hewitt sebagaimana dilansir laman The Australian.

Sebaliknya, bagi Roger Federer, itu merupakan kekalahan yang sangat menyesakkan. Sejak awal, Roger Federer sebenarnya sangat dijagokan meraih gelar juara. Pasalnya, Roger Federer memiliki peringkat ATP yang lebih baik.

Roger Federer saat ini menghuni peringkat keenam dunia, sementara Lleyton Hewitt terpuruk di posisi ke-60. Selain itu, Roger Federer juga sudah mengontrak legenda hidup Stefan Edberg asal Swedia di tim kepelatihan sejak Desember lalu. Paceklik juara Roger Federer pun semakin panjang. Roger Federer kali terakhir menjadi juara ialah pada Wimbledon 2012 silam, walaupun Roger Federer sudah mengoleksi trophy 17 kali pemenang grand slam.

Finalis Melbourne pada tahun 2005, Lleyton Glynn Hewitt, 32, dan mantan petenis peringkat 1 dunia, 27 kali bertemu Roger Federer sejak tahun 1999. Kali ini tak mengira bisa mengalahkan Roger Federer. Pasalnya, dari total pertemuan itu, ia baru menang delapan kali. Sukses di Brisbane jadi kemenangan ke-9 atas petenis juara 17 gelar Grand Slam itu. (eurosport.com/the australian)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.410 Since: 05.03.13 | 0.1725 sec