Ekonomi

Repsol Jual Aset LNG Ke Shell

Thursday, 02 Januari 2014 | View : 724

MADRID-SBN.

Perusahaan minyak dan gas multinasional asal Spanyol, Repsol pada Kamis (2/1/2014) mengumumkan penjualan aset gas alam cairnya ke Royal Dutch Shell, rivalnya asal Anglo-Belanda.

Penjualan aset LNG senilai US$ 4,1 miliar atau setara dengan Rp 49,86 triliun ini bertujuan untuk memangkas beban utang perseroan.

Aset LNG yang diserahkan kepada pemasok LNG terbesar di dunia itu berada di Peru serta Trinidad-Tobago.

Sejak unit usahanya yang berlaba, YPF, dinasionalisasi oleh Argentina pada tahun 2012, Repsol berupaya keras memperbaiki kondisi finansialnya.

Perseroan juga berusaha mencegah penurunan peringkat surat utang ke status junk-bond.

Penjualan aset LNG itu mengikuti penjualan pembangkit listrik di wilayah Basque senilai US$ 200 juta kepada BP dari Inggris pada Oktober 2013.

Dengan demikian, Repsol sudah mengumpulkan dana sekitar US$ 4,3 miliar dari penjualan aset-aset tersebut.

Repsol menyatakan penjualan aset-aset tersebut berhasil menghasilkan capital gain dan laba bersih US$ 2,9 miliar.

Jumlah itu lebih besar dari yang ditaksir oleh perseroan, tatkala kesepakatan tersebut diumumkan pada Februari 2013.

“Kami pun berhasil memangkas utang sebesar US$ 3,3 miliar dan memperkuat posisi neraca keuangan,” kata Repsol.

Perusahaan berbasis di kota Madrid, Spanyol ini juga mengklaim berhasil melampaui target pelepasan aset senilai 4,5 miliar euro dalam periode 2012-2016.

Rencana ini digulirkan menyusul kerugian terkait nasionalisasi YPF oleh pemerintah Argentina.

Terkait hal itu, pada November 2013 dewan Direksi Repsol mendukung kesepakatan pembayaran ganti rugi dengan Argentina.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, kompensasi yang ditawarkan berupa surat utang pemerintah Argentina senilai US$ 5 miliar.

Presiden Argentina Cristina Kirchner memerintahkan nasionalisasi 51% kepemilikan saham Repsol di YPF pada April 2012. Cristina Kirchner menuding Repsol gagal melaksanakan perjanjian investasi di YPF.

Kejadian ini memicu ketegangan politik antara Argentina dan Spanyol. Negeri Matador itu juga mendapat dukungan dari para mitranya di Uni Eropa (UE).

Repsol sempat meminta bantuan panel arbitrase Bank Dunia guna mendapatkan ganti rugi US$ 10,5 miliar. (afp)

See Also

Pengangguran Di Amerika Serikat Menurun
Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.272.258 Since: 05.03.13 | 0.2342 sec