Ekonomi

Chairman Samsung Desak Karyawan Adopsi Cara Berpikir Baru

Thursday, 02 Januari 2014 | View : 699

SEOUL-SBN.

Chairman Samsung Electronics Co., Lee Kun Hee mendesak karyawannya untuk mengubah mindset dengan cara mengadopsi cara-cara berpikir baru dan mengubah cara pandang peranti keras supaya produsen ponsel pintar dan televisi terbesar di dunia itu bisa menjaga level pertumbuhan.

“Kami sekali lagi harus berubah. Kami harus lebih mendorong inovasi, termasuk struktur bisnis, sehingga bisa unggul dalam tren-tren industri,” tutur Lee Kun Hee dalam memo kepada karyawannya, Kamis (2/1/2014).

Samsung membukukan rekor pengiriman ponsel pada tahun 2013 dan mencatat laba kuartalan tertinggi.

Namun, harga sahamnya membukukan penurunan tahunan perdana dalam lima tahun di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan handset kelas atas. Selain itu, persaingan dengan Apple Inc. di pasal ponsel pintar makin sengit.

Samsung berupaya menghadirkan perangkat-perangkat yang lebih murah di pasar berkembang karena harga handset terus turun.

Harga saham Samsung turun 4,6% menjadi 1.309.000 won pada Kamis (2/1/2014) atau menunjukkan penurunan terbesar sejak 7 Juni 2013.

Hal itu terjadi setelah LIG Investment and Securities Co. memangkas proyeksi harga saham Samsung sebesar 7,9% dan menurunkan estimasi perolehan laba. Alasannya adalah pasar ponsel pintar sudah mulai jenuh.

Pernyataan Lee Kun Hee itu keluar sehari setelah Motorola Mobility, yang dimiliki oleh Google Inc., memangkas harga ponsel pintar andalannya, Moto X, menjadi US$ 399 tanpa kontrak. Harga itu sekitar 25% lebih murah dibandingkan sebelumnya di toko online AT&T Inc. dan sekitar 38% lebih murah dibandingkan Samsung Galaxy S4, yang dijual US$ 640 di toko online yang sama.

Samsung memulai tahun 2014 dengan nilai tukar won berada di level tertinggi dalam 29 bulan terhadap dolar AS. Hal ini berpengaruh terhadap valuasi pendapatan luar negeri. Sebab 85% dari penjualan Samsung pada tahun 2012 berasal dari pasal di luar Korea Selatan (Korsel).

Samsung, tandas Lee Kun Hee, harus menciptakan bisnis-bisnis baru dengan mengintegrasikan berbagai teknologi dari industri berbeda.

“Bisnis-bisnis andalan kami terus dikejar oleh para pesaing, sedangkan waktu semakin menipis bagi bisnis-bisnis yang kurang kompetitif. Tahun lalu, kita bertarung sengit dengan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia dan berjuang keras dalam kasus hak paten di tengah pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia,” tegas Lee Kun Hee. (bloomberg)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.874.390 Since: 05.03.13 | 0.2215 sec