Internasional

Kevin Rudd Gantikan Julia Gillard Sebagai PM Australia Baru

Friday, 28 Juni 2013 | View : 1835

CANBERRA-SBN.

Mantan Perdana Menteri negeri kangaroo periode 2006-2010, Kevin Michael Rudd kembali diambil sumpahnya untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Australia yang baru setelah mengalahkan Julia Eileen Gillard, perempuan Australia pertama yang pernah menjadi Perdana Menteri, dalam jajak pendapat internal Partai Buruh dengan meraih suara persetujuan sebanyak 57 yang memberikan dukungan untuk Kevin Rudd di mana cukup untuk menyingkirkan Julia Gillard yang hanya mampu meraup suara 45 pada hari Rabu (26/6/2013). Dengan hasil tersebut, maka Kevin Rudd akan berhadapan dengan pemimpin oposisi dari Partai Liberal, Tony Abbot dalam pemilu nasional Australia pada 14 September mendatang. Kemenangan ini bagi Kevin Rudd merupakan kekuasaan kedua kalinya setelah digulingkan oleh Julia Gillard dalam jajak pendapat yang sama pada tahun 2010.

Kevin Rudd yang lahir pada tanggal 21 September 1957 juga berjanji akan menjadi pemimpin yang lebih efektif khususnya menjelang persiapan pemilu nasional nanti. Itulah inti pidato pertama Kevin Rudd setelah dilantik kembali sebagai Perdana Menteri, Kamis (27/6/2013), tepat tiga tahun dan tiga hari saat Kevin Rudd tersingkir sebagai pimpinan negara tertinggi Australia.

Pria yang dilahirkan di kota Nambour ini pada saat pengambilan sumpah jabatan menuturkan bahwa harus ada pendekatan politik yang ramah dan lembut dibanding sebelumnya. Kevin Rudd meyakinkan akan belajar dari kegagalan kepemimpinannya sebelumnya. Kevin Rudd telah meminta kepada para anggota parlemen untuk sedikit lebih ramah dan baik terhadap satu sama lain dalam pembahasan yang lebih lanjut di parlemen seraya memuji Julia Gillard. “Selama tahun-tahun yang sulit dilalui pemerintahan minoritas dari mantan perdana menteri yang berhasil mencapai reformasi besar bagi bangsa kita sehingga membentuk masa depan negara kita,” papar Kevin Rudd merujuk pada pemerintahan Julia Gillard. “Di atas semua itu, saya mengakui karya besarnya sebagai seorang pembawa standar bagi perempuan di negara kita,” puji Kevin Rudd pada Julia Gillard.

Keseriusan pidato Kevin Rudd tersebut diamini oleh para pendukung dan penasehat setianya. Melalui “kesempatan kedua”, pria kelahiran tahun 1957 tersebut akan menjadi sosok pemimpin yang berbeda. Mantan diplomat yang fasih dan mahir berbahasa China tersebut dipastikan kini akan lebih terbuka, mau menerima masukan dan berkonsultasi dengan menteri-menteri di kabinetnya dalam mengambil kebijakan dan keputusan, dimana itu semua berbeda dari gaya kepemimpinannya sebelumnya yang dikenal otokratik dan terisolasi dari rekan-rekannya.

“Saya rasa kita semua belajar dari pengalaman. Sangat sedikit politisi yang memperoleh kesempatan kedua dan dia (Kevin Rudd) termasuk orang yang beruntung mendapat kesempatan langka ini,” ujar seorang senator senior sejak April 1993, Kim John Carr. “Saya melihat Kevin Rudd adalah orang yang inovatif dan seorang komunikator yang bagus. Dia memiliki ketertarikan yang tulus untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial,” sambung Kim John Carr.

Para penasehat pemerintah juga meyakinkan bahwa Kevin Rudd telah melakukan pendekatan yang berbeda. Dihadapan para penasehat pemerintah, Kevin Rudd pun berjanji tak akan terburu-buru memutuskan kebijakan politiknya. Kevin Rudd menegaskan akan berkonsultasi dengan menteri-menteri barunya sebelum memutuskan sebuah kebijakan.

Sama seperti yang pernah dialami Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Kevin Rudd pernah memenangkan pemilu pada tahun 2007 silam dan memimpin negara kangaroo itu Namun, dalam pemilu nasional tahun 2010 lalu, Kevin Rudd harus menerima kegagalan, dan Kevin Rudd harus mengakui kemenangan seterunya, Julia Gillard. 

Pada pertengahan tahun 2013 ini, bintang Kevin Rudd kembali bersinar setelah anggota parlemen dan Partai Buruh memutuskan Kevin Rudd resmi sebagai pemimpin Partai Buruh dan menggantikan Julia Gillard sebagai Perdana Menteri Australia.

Kebangkitan Kevin Rudd ini menandai perubahan yang dramatis sekaligus menakjubkan untuk mantan perdana menteri yang kini akan memimpin partai berkuasa di Australia, partai buruh menjelang pemilu yang dijadwalkan pada 14 September 2013. Tugas Kevin Rudd adalah melakukan perombakan kabinet besar-besaran setelah serangkaian menteri senior yang setia kepada Julia Gillard mengundurkan diri, termasuk mantan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Wayne Maxwell Swan, Menteri Perdagangan Dr. Craig Anthony Emerson, Menteri Perubahan Iklim Gregory Ivan Combet, dan Menteri Pertahanan Stephen Smith. Mantan Menteri Imigrasi Chris Bowen kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Transportasi Anthony Albanese dilantik sebagai Wakil Pemimpin Partai Buruh pada Kamis (27/6/2013).

Kembalinya pria berusia 55 tahun ini ke tampuk kepemimpinan di arena politik Australia tak pelak menarik perhatian publik. Masyarakat Australia melihat Kevin Rudd sebagai sosok kutu buku, sederhana, dan fundamentalis yang ingin menciptakan perubahan di tubuh pemerintahan. Kevin Rudd pun dijagokan bakal bersaing ketat dengan oposisi, Tony Abbott yang berasal dari Partai Liberal dalam pemilu Australia yang tinggal tiga bulan lagi. (afp/rtr)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.688.194 Since: 05.03.13 | 0.2033 sec