Ekonomi

KPK Minta LPS Hati-Hati Suntik Modal Tambahan Ke Bank Mutiara

Saturday, 28 Desember 2013 | View : 524

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk berhati-hati dalam menyuntikkan modal tambahan Rp 1,2 triliun ke Bank Mutiara yang dahulunya bernama Bank Century.

Pasalnya, dikhawatirkan suntikan dana tambahan tersebut akan menambah besar kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik yang tengah disidik oleh KPK.

“Kami di KPK mengatakan hati-hati apakah kerugian negara itu akan bertambah, Penyertaan Modal Sementara (PMS) yang sebelumnya saja belum kembali sudah ditambah lagi,” tukas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, Jumat (27/12/2013).

Menurut Bambang Widjojanto, berdasarkan informasi yang diperolehnya, suntikan modal tambahan ke Bank Mutiara itu dilakukan LPS karena rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mutiara sempat anjlok dari batas minimal 8%.

Meski demikian, dia tetap meminta LPS untuk berhati-hati dalam melakukan hal tersebut. Pasalnya, lanjut Bambang Widjojanto, menurut pandangan KPK, tahun ini Bank Mutiara seharusnya sudah dijual LPS ke pihak ketiga.

Berdasarkan Pasal 30 UU LPS, jelas Bambang Widjojanto, LPS wajib menjual seluruh saham bank yang diselamatkan paling lama dua tahun dan dapat diperpanjang tiga kali dengan masing-masing satu tahun, sehingga total lima tahun.

Hasil penjualan bank tersebut, sambung Bambang Widjojanto, selanjutnya akan digunakan untuk mengembalikan uang negara yang digunakan untuk penyertaan modal sementara Bank Century.

“Ketika kami konfirmasi ke lembaga moneter, memang betul harus dijual tahun ini, tapi menurut mereka masih ada satu tahun kemudian untuk dijual berapa pun tanpa harus melihat berapa besaran PMS yang diberikan,” imbuh Bambang Widjojanto. (ant)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.545 Since: 05.03.13 | 1.4797 sec