Internasional

Pemerintah Thailand Menolak Tunda Pemilu

Thursday, 26 Desember 2013 | View : 680

BANGKOK-SBN.

Pemerintah Thailand menolak seruan Komisi Pemilihan Umum pada Kamis (26/12/2013) untuk menunda pemilihan umum (pemilu) yang dijadwalkan pada 2 Februari 2014.

Permintaan penundaan itu dikeluarkan menyusul eskalasi kekerasan antara polisi dan pemrotes dari kubu oposisi di Bangkok.

Para pemrotes itu berupaya mengganggu proses persiapan pemilu. Para pemrotes berupaya masuk ke sebuah gedung olahraga tempat para perwakilan partai politik (parpol) berkumpul.

Karena aksi kekerasan makin marak, Komisi Pemilihan Umum menggelar konferensi pers dan merekomendasikan penundaan pemilu tersebut.

“Kami tidak bisa menyelenggarakan pemilu yang bebas dan adil sesuai konstitusi dalam situasi seperti sekarang ini,” cetus anggota Komisi Pemilihan, Prawit Rattanapien.

Bersama para pejabat Komisi yang lain, ia terpaksa dievakuasi dari gedung olahraga itu dengan helikopter.

Partai Demokrat, partai oposisi utama bertekad untuk memboikot pemilu Februari. Tapi, partai ini sudah sekitar 20 tahun tidak memenangi pemilu.

Namun, pemerintah Thailand tegas menolaknya. “Komisi Pemilu menyatakan kalau pemilu tetap digelar akan menimbulkan kekerasan. Tapi, pemerintah percaya justru kalau ditunda bakal memicu lebih banyak aksi kekerasan,” tutur Deputi Perdana Menteri (PM) Thailand, Phongthep Thepkanjana dalam pidato televisi.

Berdasarkan konstitusi Thailand, pemilu normalnya digelar tak lebih dari 60 hari setelah pembubaran parlemen.

Pemerintahan PM Thailand, Yingluck Shinawatra sudah berpekan-pekan digoyang aksi unjuk rasa, yang berupaya meredam dominasi politik keluarganya.

Kemelut politik di Negeri Gajah Putih ini terus berkecamuk antara kelas menengah yang berbasis di Bangkok dan kelas pekerja dan warga perdesaan yang loyal kepada kakak kandung Yingluck Shinawatra, Thaksin Shinawatra. Thaksin Shinawatra terdepak dari posisinya sebagai Perdana Menteri oleh kudeta pada tahun 2006.

Para pemrotes itu ingin menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra dan menggantinya dengan dewan rakyat.

Para pemrotes menuding miliarder Thaksin Shinawatra yang masuk dunia politik itu korup. Thaksin Shinawatra juga dituding mengendalikan pemerintahan adiknya dari tempatnya mengasingkan diri di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Akibat aksi unjuk rasa terus menerus, PM Thailand Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen pada awal Desember 2013. Sebelum pembubaran dilakukan, sekitar 200.000 orang berunjuk rasa di Bangkok.

Pemerintahan Yingluck Shinawatra curiga kubu oposisi akan memanfaatkan aksi-aksi kekerasan itu untuk mengobarkan krisis. Harapannya, terjadi intervensi, baik oleh militer ataupun kehakiman.

Para pendukung Thaksin Shinawatra menuding kubu lawannya berupaya menjadikan lagi militer sebagai penguasa. Sejak tahun 1932, sudah 18 kali militer Thailand sukses atau berupaya melakukan kudeta.

Pihak militer secara langsung maupun tidak langsung berkukuh bersikap netral. Militer juga menawarkan bantuan supaya pemilu berlangsung lancar serta menawarkan mediasi. (afp/rtr)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.406.190 Since: 05.03.13 | 0.235 sec