Hukum

BPK: Bailout Dan FPJP Rp 7,4 Triliun Merupakan Kerugian Negara

Monday, 23 Desember 2013 | View : 727

JAKARTA-SBN.

Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sebesar Rp 689 miliar dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) atau bailout sebesar Rp 6,7 triliun untuk Bank Century akhirnya ditetapkan sebagai kerugian negara. Pasalnya, pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dinilai melanggar ketentuan.

Hal itu tertuang dalam Laporan Hasil Perhitungan (LHP) kerugian negara yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus yang menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya sebagai tersangka.

“Tata cara perhitungan kerugian negara sepanjang pemberian FPJP melanggar ketentuan, itu dianggap seluruh uang yang cair adalah kerugian negara. Bagi PMS atau bailout juga kalau pemberiannya bertentangan dengan UU, itu juga dianggap kerugian negara,” papar Ketua BPK, Hadi Poernomo di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2013).

Hadi Poernomo menjelaskan untuk pemberian FPJP ke Bank Century telah menyebabkan kerugian negara Rp 689,394 miliar. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan pemberian FPJP dari Bank Indonesia ke Bank Century tanggal 14, 17, dan 18 November 2008.

Sedangkan, untuk pemberian PMS atau bailout Bank Century telah merugikan negara sebesar Rp 6,742 triliun. Jumlah itu merupakan keseluruhan PMS dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke Bank Century selama 24 November 2008 hingga 24 Juli 2009.

Dalam LHP yang diselesaikan pada 20 Desember 2013 itu, Hadi Poernomo tak menampik terjadi penyimpangan yang dilakukan pihak-pihak lain dalam pengucuran dana tersebut.

Namun, Hadi Poernomo enggan mengungkap lebih lanjut mengenai hal itu.

Pasalnya, lanjut dia, saat ini penyidikan kasus tersebut tengah dilakukan KPK. “Pelanggaran lengkapnya ada dalam laporan, karena sudah masuk penyidikan, tidak bisa diungkap, tapi jelas siapa melakukan apa,” tukas Hadi Poernomo. (ant)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.596.509 Since: 05.03.13 | 0.1417 sec