Internasional

Oposisi Thailand Unjuk Rasa Massal

Sunday, 22 Desember 2013 | View : 648

BANGKOK-SBN.

Puluhan ribu demonstran antipemerintah Thailand berkumpul menjelang unjuk rasa massal pada hari Minggu (22/12/2013) yang bertujuan untuk menggulingkan Perdana Menteri Thailand terpilih Yingluck Shinawatra, sehingga melumpuhkan sebagian besar pusat kota Bangkok sehari setelah partai oposisi utama dalam sekejap menyatakan boikot jajak pendapat.

Ribuan orang terutama wanita berkumpul di luar rumah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra di pinggiran kota di tengah keamanan yang ketat, demikian menurut wartawan AFP yang berada di lokasi kejadian, meskipun Perdana Menteri Yingluck Shinawatra tengah melakukan perjalanan di luar Ibukota.

Tayangan televisi menunjukkan para pemimpin demonstran tengah berusaha untuk menenangkan para demonstran yang berdesak-desakan di pintu gerbang kompleks itu.

Seraya meniupkan peluit simbol protes yang berlangsung berpekan-pekan lamanya dan melambaikan bendera-bendera Thailand, kerumunan itu berteriak “Yingluck keluar, Yingluck keluar” sementara puluhan polisi bersenjata berdiri dibalik pintu gerbang.

Perdana Menteri ini yang dipaksa untuk membubarkan Dewan Perwakilan pada awal Desember setelah Partai Demokrat mengundurkan diri secara massal dari Parlemen, tengah berada di bagian timur laut negara itu, daerah penting dari partai yang berkuasa.

“Setidaknya 50.000 orang berada di jalan-jalan Bangkok pada Minggu (22/12/2013) sore waktu setempat,” kata Pusat Administrasi Perdamaian dan Ketenteraman kepada AFP.

Para demonstran ingin menyingkirkan Thailand dari Yingluck dan pengaruh saudara laki-lakinya Thaksin yang berbasis di Dubai, seorang miliarder yang sekaligus mantan Perdana Menteri terguling yang dibenci oleh koalisi di bagian Selatan Thailand yang miskin, kelompok kelas menengah dan elite.

“Demokrasi berarti orang-orang yang memilih dia (Yingluck) … tapi sekarang rakyat memburu dia untuk keluar,” ujar seorang demonstran Juttigan Chitcham (28 tahun), yang mengenakan ikat kepala warna-warna nasional Thailand dan memegang plakat buatannya sendiri yang menyatakan “Pemberontakan”.

Pemimpin protes Suthep Thaugsuban yang berjanji untuk menghancurkan “rezim Thaksin” menolak permintaan Yingluck Shinawatra untuk menggelar pemilihan umum pada 2 Februari, seraya mengatakan hal itu akan menempatkan sekutu pemerintah Thaksin yang lainnya.

Komite Reformasi Demokratis Rakyat yang memproklamirkan dirinya sendiri meminta “dewan rakyat” tak terpilih untuk ditempatkan demi mengawasi reformasi sebelum pemilihan umum yang baru dalam setahun hingga 18 bulan mendatang.

Langkahnya ditopang oleh pengumuman Demokrat yang memboikot jajak pendapat.

Langkah ini pun mengecewakan Perdana Menteri yang mengatakan pemilihan umum harus berlangsung demi mengamankan demokrasi yang rapuh di Thailand. “Jika kita tidak berpegang pada sistem demokrasi, pada apa harusnya kita berpegang?” ujar dia pada wartawan pada Minggu (22/12/2013). (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.406.259 Since: 05.03.13 | 0.2306 sec