Internasional

Terlibat Suap, Gubernur Tokyo Mundur

Friday, 20 Desember 2013 | View : 880

TOKYO-SBN.

Gubernur Tokyo, Naoki Inose, kelahiran Nagano 20 November 1946, akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (19/12/2013) atas skandal penerimaan uang  sebesar 50 juta yen atau Rp 6 miliar atau sekitar US$ 500.000 dari operator rumah sakit Tokushukai.

Naoki Inose pada Kamis (19/12/2013) mengundurkan diri setelah ia mengaku menerima uang  sebesar 50 juta yen atau Rp 6 miliar atau sekitar US$ 500.000 dari seorang taipan rumah sakit menjelang Pemilu dalam hal apa yang ia klaim adalah bebas bunga pinjaman pribadi.

Media setempat memberitakan uang tersebut diterima Naoki Inose dari Tokushukai sebelum Pemilu digelar pada Desember 2012 lalu. Berulangkali, pria berusia 67 tahun ini menegaskan bahwa uang tersebut merupakan pinjaman pribadi dan tidak berkaitan kampanye pemilihannya sebagai Gubernur Tokyo.

Gubernur Tokyo Naoki Inose, yang baru menjadi kepala daerah sejak November 2012  itu mengatakan ia sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua DPRD Tokyo, Toshiaki Yoshino, seperti dilansir situs xinhuanet.com, Kamis (19/12/2013).

Naoki Inose, membuat pengumuman itu di sebuah jumpa pers. “Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Tokyo,” kata Naoki Inose dalam satu konferensi pers yang buru-buru diselenggarakan.

Melalui jumpa persnya,  Naoki Inose yang diangkat pada 16 Desember tahun lalu, juga meminta maaf kepada seluruh warga Jepang, terutama warga Tokyo. “Saya berniat untuk memenuhi kewajiban saya menjelaskan kepada majelis kota, rakyat Tokyo, dan seluruh rakyat dari bangsa ini, tetapi sayangnya saya tidak bisa menjelaskan dengan jelas apa yang terjadi atas diri saya. Ini semata-mata karena kurangnya kebajikan,” terang Naoki Inose.

Naoki Inose yang terpilih sebagai kepala salah satu kota terbesar di dunia tahun lalu, juga mengatakan dia tidak bisa membiarkan skandal itu menghalangi persiapan yang dilakukan untuk penyelenggaraan Olimpiade tahun 2020 mendatang. Naoki Inose yang terpilih sebagai kepala salah satu kota terbesar di dunia tahun lalu, menekankan dan menjanjikan bahwa pengunduran dirinya itu tidak akan mempengaruhi persiapan Tokyo untuk penyelenggaraan Olimpiade 2020 dan Paralimpiade, Olimpiade bagi atlet mengalami cacat fisik atau mental pada tahun 2020 mendatang.

Adapun menurut pengakuan Naoki Inose yang juga seorang jurnalis dan sejarawan berusia 67 tahun, dia meminjam uang 50 juta yen atau Rp 6 miliar atau sekitar US$ 500.000 itu sebagai pinjaman kepada putra dari pendiri Tokoshukai yang juga anggota DPRD Tokyo, Takeshi Tokuda, pada 20 November tahun lalu merupakan pinjaman pribadi. Pinjaman itu kemudian segera dia lunasi pada 25 September, tidak lama setelah Jaksa menggerebek kelompok Tokushukai terkait kecurigaan atas pelanggaran pemilihan umum yang melibatkan Takeshi Tokuda. Namun, pinjaman itu dicurigai terkait dengan penyelenggaraan pemilihan gubernur tahun lalu. Dan, pinjaman itu sudah dilunasinya Juni 2013 yang disampaikan melalui bantuan orang lain, tidak langsung dari Naoki Inose. Inilah yang jadi pertanyaan besar kalangan DPRD Tokyo.

"Saya berusaha menjelaskan sebaik mungkin kepada DPRD Tokyo, rakyat Tokyo, dan seluruh rakyat Jepang, tetapi seolah penjelasan saya kurang dimengerti dan tak bisa diterima sehingga saya memutuskan untuk mengundurkan diri," paparnya lebih lanjut.

Pekan lalu saat menjelaskan semua masalah dengan detil di hadapan majelis DPRD Tokyo, sampai tengah malam, Naoki Inose tampak sangat sedih dan hampir meneteskan air mata karena tekanan sangat berat dari pertanyaan anggota DPRD Tokyo yang sangat tajam kepadanya.

"Ada dua kemungkinan, anda mengundurkan diri atau melanjutkan sampai ke pengadilan," cetus seorang anggota DPRD Tokyo saat itu dan dijawab Naoki Inose, "Kemungkinan mengundurkan diri memang sudah saya pikirkan," paparnya Kamis, pekan lalu.

Sejak saat itulah semua anggota dewan parlemen dan pers menduga kuat Naoki Inose pasti akan segera mengundurkan diri dalam waktu dekat ini dan dilakukannya, Kamis (19/12/2013), sepekan setelah ucapannya tersebut di muka sidang majelis DPRD Tokyo.

Pengunduran diri ini dilakukan oleh Naoki Inose setelah beberapa kali Naoki Inose menyampaikan pembelaan diri dan penjelasan yang tidak konsisten soal uang tersebut di hadapan Majelis Komite Urusan Umum. Pihak Majelis Komite Urusan Umum lantas berencana melakukan penyelidikan atas uang tersebut.

Gubernur Tokyo, Naoki Inose tidak bisa menjelaskan kepentingan pribadi apa 50 juta yen pinjamannya, dan mengapa pinjam sampai setengah tahun lebih tidak dikembalikan. Banyak hal tidak jelas, membingungkan dan menuju hal-hal sangat mencurigakan keterlibatan uang itu kepada pemilu Gubernur Tokyo November lalu.

Dewan Perwakilan Rakyat Tokyo tengah mengatur untuk menggelar sebuah sidang luar biasa pada Selasa pekan depan agar secara resmi menyetujui pengunduran diri Naoki Inose. Sementara pemungutan suara berikutnya mungkin akan digelar pada 2 atau 9 Februari tahun 2014 depan.

Gubernur Tokyo, Naoki Inose yang juga seorang jurnalis dan sejarawan berusia 67 tahun, menjadi Wakil Gubernur Tokyo pada tahun 2007. Naoki Inose meraih sekitar 4,33 juta suara dalam pemilihan Walikota tahun lalu, jumlah terbesar dari setiap calon yang pernah diperoleh dalam pemilihan umum di Jepang.

Naoki Inose, kelahiran Nagano 20 November 1946,  kemudian menjadi Gubernur Tokyo pada 1 November 2012 mengikuti pengunduran diri Shintaro Ishihara. (afp/jos/xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.504.347 Since: 05.03.13 | 0.2725 sec