Internasional

Krisis Thailand, Demo Di Luar Kedubes AS

Friday, 20 Desember 2013 | View : 874

BANGKOK-SBN.

Ribuan massa anti pemerintah turun ke jalan pada hari yang sama, Kamis (19/12/2013) di Ibukota Bangkok. Para pendemo melambai-lambaikan bendera dan meniup-niup peluit, membuat kegaduhan yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Satu kelompok tampak berkumpul di luar Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS), berhadapan dengan polisi anti huru-hara. Massa pendemo meneriakkan kemarahan terhadap Washington yang mendukung proses demokrasi. Salah satu tuntutan demonstran adalah penundaan sistem demokrasi, diganti oleh pemilihan dewan rakyat.

“Ketika Anda tinggal di sini, Anda harus belajar tradisi kami dan menghormati Thailand,” seru seorang demonstran Nititorn Lamleu dalam protesnya di depan Kedubes negeri Paman Sam.

“Jika Anda menggunakan tanah Thai untuk berdagang dengan pemerintahan Yingluck, saya akan berkampanye di penjuru Thai dan membujuk warga agar menyingkirkan Anda keluar dari sini,” seru Nititorn Lamleu.

Pemimpin demo anti pemerintahan Yingluck Shinawatra, Suthep Thaugsuban yang juga mantan anggota parlemen dan wakil PM di bawah pemerintahan Partai Demokrat yang kini oposisi, mengatakan akan mengintensifkan demonstrasi pada Minggu (22/12/2013). Demo akan besar-besaran.

Thailand terus diguncang demo dalam beberapa bulan terakhir, memperumit kondisi politik di negara Gajah Putih tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu berganti pemerintahan dengan cara-cara berdarah.

Saat pemerintahan Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat, kelompok pro-Thaksin dari kalangan pedesaan dan miskin, menggelar demo selama berminggu-minggu yang akhirnya menggulingkan posisi Abhisit Vejjajiva sebagai Perdana Menteri.

Posisi Abhisit Vejjajiva kemudian digantikan oleh Yingluck Shinawatra, yang merupakan adik dari mantan PM Thaksin Shinawatra.

Thaksin Shinawatra sendiri dinilai “bermasalah” saat menjabat dan dianggap hanya bertindak populis.

Demonstran yang kini turun ke jalanan kota Bangkok kebanyakan merupakan aliansi bebas kelompok-kelompok anti-Thaksin yang sudah muak dengan pemerintahan keluarga Shinawatra. Para pengunjuk rasa datang dari kelompok kelas menengah, elite, terpelajar dan tinggal di kota-kota besar, dan pendukung kerajaan. Sementara itu, Thaksin Shinawatra didukung oleh warga di pedesaan dan miskin. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.932 Since: 05.03.13 | 0.2198 sec