Nasional

Wapres Kirim Surat Tolak Undangan Timwas Century DPR RI

Wednesday, 18 Desember 2013 | View : 750

JAKARTA-SBN.

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono menolak hadir dalam rapat bersama Timwas hari ini, Rabu (18/12/2013).

Surat ketidakhadiran itu tidak menggunakan kop surat Wakil Presiden dan disampaikan Boediono kepada Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung pada Senin (17/12/2013).

Wakil Presiden Boediono menyampaikan surat ke Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung yang isinya tidak dapat memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum dengan Tim Pengawas (Timwas) Century yang dijadwalkan 18 Desember 2013.

Surat yang ditandatangani Boediono pada 17 Desember 2013 yang salinannya diperoleh Selasa (17/12/2013) menyebutkan bahwa Boediono sebagai Wakil Presiden memahami sepenuhnya dan menghormati tugas dan kewajiban DPR RI termasuk Timwas Century terhadap tindak lanjut rekomendasi Panitia Angket DPR RI tentang pengusutan Kasus Bank Century.

Dalam suratnya, Boediono menolak hadir karena merasa telah memberikan semua data dan informasi yang diketahuinya tentang Bank Century.

Dalam surat dengan terdapat tulisan Boediono pada sudut kiri atas itu, Wakil Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah menghadiri undangan Rapat Pansus Hak Angket Century pada 22 Desember 2009 dan 12 Januari 2010. Semuanya ia sampaikan kepada Pansus Century dalam rapat Pansus Hak Angket Century pada 12 Januari 2010 silam. “Pada rapat tersebut saya menyampaikan keterangan, data dan informasi yang saya ketahui terkait Bank Century kepada Pansus Century,” kata Boediono dalam surat yang terdiri dari delapan butir itu.

Selain pada Pansus Century, Boediono mengaku telah dua kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus Bank Century oleh KPK.

Selain itu, Boediono juga menolak memenuhi panggilan Timwas karena khawatir terjadi intervensi pada proses hukum yang telah berjalan. Sesuai hasil rapat Pansus Hak Angket Century, seluruh penyimpangan yang terjadi dalam kasus Bank Century diserahkan kepada lembaga penegak hukum, yaitu Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK, sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Menurut pengetahuan Boediono, salah satu rekomendasi Pansus Century adalah agar seluruh penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang berindikasi perbuatan melawan hukum yang merupakan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), tindak pidana perbankan, dan tindak pidana umum berikut pihak-pihak diduga bertanggungjawab agar diserahkan kepada lembaga penegak hukum, yaitu Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). "Menurut pengetahuan saya, Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK telah dan sedang menindaklanjuti rekomendasi Pansus Century tersebut," kata Boediono dikutip dari surat yang disampaikan pada DPR RI.

Rekomendasi lain dari Pansus Century adalah membentuk Tim Pengawas (Timwas) tindak lanjut rekomendasi Panitia Angket Bank Century yang bertugas mengawasi pelaksanaan  rekomendasi dan proses penelusuran aliran dana serta pemulihan aset dengan kewenangan sesuai peraturan.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyayangkan penolakan Wakil Presiden Boediono untuk hadir pada rapat Tim Pengawas DPR untuk Kasus Bank Century. Menurutnya, hal ini akan memperpanjang polemik pada penuntasan Century. "Kalau dia tidak hadir, itu malah memperpanjang polemik," ketus politikus PKS tersebut, Hidayat Nur Wahid di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Politikus PKS tersebut, Hidayat Nur Wahid menyampaikan, Boediono sejatinya tak perlu mencari alasan untuk tidak hadir. Hidayat Nur Wahid tegaskan, proses penuntasan Century memang telah masuk ke ranah hukum. Anggota Komisi VIII DPR RI itu menambahkan, Timwas dibentuk untuk mengawasi proses hukum yang berjalan, bukan mengintervensi. “Kalau Pak Boediono tidak bersalah, dia harusnya datang dari pada banyak yang berpolemik," tukasnya. (kom/ant)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.468 Since: 05.03.13 | 0.1394 sec