Internasional

Raja Thailand Setuju Pemilu 2 Februari

Wednesday, 11 Desember 2013 | View : 1793

BANGKOK-SBN.

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej pada Senin (9/12/2013) menyetujui pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) pada 2 Februari 2014, demikian menurut Royal Gazette.

Laporan media lokal Thailand yang dikutip kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa anggota senior bekas partai berkuasa Thailand, Pheu Thai, setuju memasukkan nama pelaksana tugas Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra sebagai kandidat utama untuk pemilihan umum mendatang.

“Kesepakatan itu dicapai pada pertemuan partai Senin (9/12/2013) setelah PM Yingluck Shinawatra mengumumkan pembubaran lembaga perwakilan pada pagi hari,” tutur Juru Bicara Partai, Prompong Nopparit seperti dikutip oleh Bangkok Post.

“Yingluck Shinawatra akan dipilih untuk mencalonkan diri menjadi perdana menteri lagi karena dia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam masa jabatannya saat ini,” sambung Prompong Nopparit.

Prompong Nopparit juga mengatakan bahwa Yingluck Shinawatra telah membuat keputusan demi kepentingan demokrasi dan rakyat.

“Pencalonan Yingluck Shinawatra secara resmi disampaikan pada pertemuan partai pada Rabu,” ucap Prompong Nopparit serta menambahkan daftar kandidat partai untuk pemilu akan diselesaikan pekan depan.

Dikabarkan sebelumnya, Suthep Thaugsuban, pemimpin aksi demonstrasi anti PM Yingluck Shinawatra yang juga hadir di tengah-tengah para pengunjung merayakan ulang tahun Raja Bhumibol Adulyadej ke-86, ikut angkat bicara. Pemimpin oposisi Suthep Thaugsuban menyatakan unjuk rasa akan dilanjutkan sehari setelah perayaan ulang tahun Bhumibol. Para pendemo, tegas Suthep Thaugsuban, tidak akan berhenti sampai Perdana Menteri Yingluck Shinawatra menyerahkan kekuasaan kepada dewan yang dipilih. Pimpinan demonstrasi ini menggertak pemerintahan Yingluck Shinawatra bahwa deadline bagi pemerintahannya adalah Jumat (6/12/2013).

Dalam rangkaian aksi unjuk rasa yang dipimpinnya, Suthep Thaugsuban dan para demonstran menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur. Namun, Yingluck Shinawatra menolak permintaan tersebut dan lebih memilih menawarkan dialog. Atas ancaman Suthep Thaugsuban, pada Jumat (6/12/2013), para demonstran akan kembali membentuk barisan untuk menggelar aksi unjuk rasa lanjutan. "Kami akan kembali berjuang pada 6 Desember. Kami mulai sejak subuh dan tidak akan berhenti hingga menang," ancam Suthep Thaugsuban seperti dikutip kantor berita Reuters. "Kita akan mulai perjuangan kita lagi pada 6 Desember. Kami akan mulai dari fajar tiba dan akan terus bertarung setiap hari sampai kita mendapat kemenangan," cetus Suthep Thaugsuban lagi dalam orasi pada Rabu (4/12/2013) dini hari.

Bersama para koleganya, mantan Deputi Perdana Menteri Thailand itu dalam beberapa pekan terakhir berhasil menggalang aksi protes massal untuk menuntut mundur PM Yingluck Shinawatra.

Demonstrasi besar-besaran itu dipicu usulan RUU Amnesti yang diusung Partai Pheua Thai (partai berkuasa), yang merupakan partai pendukung Yingluck Shinawatra. Aksi demonstrasi massa anti pemerintahan dipicu oleh Rancangan Undang-undang (RUU) amnesti yang dicanangkan oleh Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Aksi demonstrasi itu sendiri meletus akibat pemerintahan yang dipimpin sang adik, Yingluck Shinawatra, menyiapkan UU Amnesti Politik yang dicurigai untuk membebaskan Thaksin Shinawatra.

PM Yingluck Shinawatra dianggap sudah melanggar hukum setelah berupaya meloloskan amnesti yang akan membebaskan kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra, dari hukuman penjara selama dua tahun atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Namun, kelompok oposisi curiga, RUU itu sebagai siasat Yingluck Shinawatra untuk membebaskan bekas PM Thaksin Shinawatra, kakak Yingluck Shinawatra dari kasus korupsi tahun 2008. RUU tersebut membuat kubu oposisi kecewa berat karena diduga ada udang di balik batu. Thaksin Sinawatra, mantan perdana menteri Thailand yang juga kakak sedarah Yingluck Shinawatra, bisa pulang kampung dengan bebas tanpa harus menjalani kurungan penjara karena perkara korupsi yang dituduhkan padanya lantaran bisa berlindung di balik UU amnesti ini.

Thaksin Shinawatra, yang dikudeta militer pada tahun 2006, selama ini berada di luar negeri sejak divonis oleh pengadilan di Thailand pada Oktober 2008. Thaksin Shinawatra kini berada di pengasingan.

Unjuk rasa demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan PM Yingluck Shinawatra telah berlangsung sejak 24 November lalu, umumnya berjalan damai, yang berubah anarkis mulai Senin lalu.

Dalam aksinya, para demonstran juga menduduki gedung-gedung pemerintahan. Hal yang sama juga terjadi di gedung pemerintah yang merupakan kantor Perdana Menteri Yingluck Shinawatra yang ikut menjadi sasaran demonstrasi. Di sisi lain, kemarin ada sekelompok demonstran yang berpawai ke markas besar Kepolisian Thailand. Kelompok demonstran tersebut tidak dapat menembus barikade hingga akhirnya memutuskan berhenti.

Aksi anarki mengganyang Yingluck Shinawatra yang mewarnai demonstrasi setidaknya telah menewaskan serta merenggut nyawa 5 orang dan 277 orang lainnya mengalami luka dalam tragedi tersebut akibat bentrokan berdarah antara pemprotes dan aparat keamanan di Bangkok awal Desember 2013 lalu. Jumlah korban tewas bertambah setelah demonstrasi pada Selasa (3/12/2013) lalu berujung maut ketika massa mendesak aparat kepolisian untuk menyingkir dan membiarkan mereka memasuki kantor-kantor pemerintahan dan melakukan pengepungan. Tindakan nekat para demonstran tersebut dilakukan untuk menggulingkan pemerintahan. Ketegangan kemudian menurun setelah polisi memutuskan mundur sementara.

Sampai sekarang, para pengunjuk rasa masih menduduki kantor Kementerian Keuangan Thailand yang terletak di wilayah utara. Kementerian Keuangan Thailand masih tetap diduduki ratusan demonstran hingga kemarin. Kendati begitu, aktivitas pemerintahan masih tetap dilakukan seperti sedia kala. Pada saat bersamaan, Juru Bicara pemerintah, Teerat Ratanasevi, mengatakan bahwa Yingluck Shinawatra pun telah memerintahkan Menteri Keuangan Kittiratna Ranong dan sejumlah lembaga ekonomi lainnya untuk tetap berusaha mendorong masuknya investasi ke Negara Gajah Putih dan menciptakan lapangan kerja. Juru Bicara Kabinet, Teerat Ratanasevi, mengatakan Yingluck Shinawatra telah meminta Menteri Keuangan Kittiratna Ranong dan badan-badan ekonomi untuk tetap memastikan peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja dan pengembalian kepercayaan. Sikap Yingluck Shinawatra tersebut menunjukkan bahwa dia ingin membangun kembali kepercayaan publik dengan memikirkan kepentingan negara dan rakyat.

Kepercayaan Pasar di Thailand saat ini berada di level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi diperburuk pembatalan agenda perjalanan turis luar negeri.

Roda pemerintahan Thailand saat ini tak lumpuh sepenuhnya karena PM Yingluck Shinawatra kemudian memanfaatkan meredanya aksi unjuk rasa dengan memimpin rapat dengan para menteri di sana. Meredanya aksi unjuk rasa juga dimanfaatkan oleh Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul, yang merangkap jabatan sebagai anggota panel keamanan internal dengan mengeluarkan imbauan pada Suthep Thaugsuban agar menghentikan aksinya. Menyikapi perdamaian sementara yang dilakukan kubu oposisi, Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul meminta Suthep haugsuban untuk menyerahkan diri pada pemerintah. “Kita tidak lagi melakukan perundingan dengan Suthep hingga dia menyerahkan diri ke polisi,” tegas Surapong Tovichakchaikul kepada reporter. Surapong Tovichakchaikul menegaskan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Suthep Thaugsuban untuk menyerahkan diri karena dia telah melanggar hukum.

Pemerintah Thailand yang ada saat ini, klaim demonstran, adalah boneka rezim Thaksin Shinawatra yang dikudeta militer pada tahun 2006 lalu. Sejumlah kritikus meyakini Thaksin Shinawatra sebetulnya masih memegang kontrol dalam peta politik Thailand melalui Yingluck Shinawatra. Bukan hanya itu, Thaksin Shinawatra juga dipercaya masih memiliki mesin politik yang kuat walau secara fisik tidak berada di negaranya.

Terkait dihentikannya secara sementara aksi demonstrasi di Thailand demi menghormati perayaan hari ulang tahun Raja Bhumibol Adulyadej, kepala Angkatan Laut Thailand, Narong Pipathanasai, juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya dan seluruh pucuk pimpinan militer dari angkatan darat dan angkatan udara tidak akan terlalu mengintervensi situasi kisruh politik di Negara Gajah Putih yang terjadi saat ini.

Pernyataan ini amat penting karena saat ini muncul kekhawatiran pihak militer akan mengambil langkah nyata untuk meredam aksi unjuk rasa dan melakukan intervensi saat gejolak politik mereda. Militer Thailand kemarin telah berkonsolidasi sebagai penegasan tidak ada kudeta. Semua pihak khawatir pihak militer akan melakukan intervensi dalam kekisruhan politik karena dalam sejarah dinamika politik Thailand, Negeri Gajah Putih itu tercatat pernah sudah mengalami 18 kali pihak militer melakukan kudeta dalam kurun waktu 80 tahun ke belakang.  “Semua pihak setuju dan semua orang sepakat bahwa pasukan militer tidak akan ikut arus atau pun ikut campur dalam situasi politik ini dan tidak akan ada kudeta karena kami percaya ketegangan bakal mereda,” tegas Kepala Angkatan Laut Thailand Laksamana Narong Pipathanasai. “Semuanya akan kembali normal,” imbuhnya. (xinhua/rtr/royalgazette)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.951 Since: 05.03.13 | 0.2063 sec