Internasional

PM Thailand Mohon Demonstran Hentikan Aksi

Wednesday, 11 Desember 2013 | View : 721

BANGKOK-SBN.

Dengan meneteskan air mata, Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra memohon para demonstran untuk menghentikan aksinya.

PM Yingluck Shinawatra juga meminta demonstran antipemerintah yang beraksi sejak beberapa pekan lalu ini, untuk mendukung pemilu yang akan segera digelar.

PM Yingluck Shinawatra telah membubarkan parlemen  Thailand dan mengumumkan bahwa pemilu akan digelar 2 Februari mendatang.

Pada Selasa (10/12/2013), Yingluck Shinawatra menggelar pertemuan kabinet di sebuah klub militer setempat. “Sekarang pemerintah telah membubarkan parlemen, saya meminta anda untuk berhenti berdemo dan semua pihak bekerja bersama menuju pemilu,” ucap Yingluck Shinawatra kepada wartawan yang menemuinya ketika dia hendak menghadiri pertemuan, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/12/2013).

“Saya telah mundur hingga ke titik dimana saya tidak tahu bagaimana lagi untuk mundur,” imbuhnya.

Ketika memberi pernyataan terhadap wartawan ini tak sengaja Yingluck Shinawatra meneteskan air mata. Namun dengan cepat dia berusaha menenangkan dirinya. Mungkin Yingluck Shinawatra terbawa emosi menghadapi unjuk rasa yang sudah berlangsung beberapa minggu.

Wanita berusia 46 tahun yang seorang mantan pengusaha ini, sama sekali tidak memiliki pengalaman politik saat mencalonkan diri dalam pemilu tahun 2011 silam.

Yingluck Shinawatra yang merupakan adik dari mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra ini meraih suara mayoritas dan terpilih menjadi perdana menteri wanita pertama Thailand.

Namun, beberapa waktu lalu, unjuk rasa melawan dirinya muncul di Bangkok, dan kemudian meluasnya ke wilayah lain. Aksi unjuk rasa di Thailand semakin serius ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah. Pemimpin demonstrasi yang juga mantan Wakil Perdana Menteri Thailand, Suthep Thaugsuban, meyakinkan bahwa aksi damai mereka akan tetap dilakukan walaupun pemerintah Thailand terus melakukan seruan agar menghentikan demonstrasi tersebut.

Pada Jumat (6/12/2013), menurut Suthep Thaugsuban, pemimpin aksi demonstrasi anti PM Yingluck Shinawatra, dia bersama ribuan demonstran lainnya akan kembali turun ke jalan melanjutkan aksi unjuk rasa lanjutan. “Demonstrasi akan dimulai lagi setelah itu,” kata pemimpin gerakan antipemerintah Suthep Thaugsuban seperti dikutip Reuters. “Kami akan mulai perjuangan pada 6 Desember. Kami akan kembali melanjutkan ‘pertarungan’ pada 6 Desember nanti. Kami akan berdemonstrasi dan berjuang setiap hari hingga kami mendapatkan dan meraih kemenangan," tekad Suthep Thaugsuban di hadapan para demonstran, Selasa (3/12/2013) malam.

Para demonstran yang didominasi kelompok oposisi dari Partai Demokrat ini mendesak Yingluck Shinawatra mundur untuk memberantas pengaruh kakaknya dalam pemerintahan. Suthep Thaugsuban menegaskan para demonstran masih berhasrat untuk menggulingkan PM Yingluck Shinawatra. Dia mengungkapkan kemenangan bagi kubu oposisi adalah ketika Thailand telah bersih dari sisa-sisa rezim mantan PM Thaksin Shinawatra, kakak kandung PM Yingluck Shinawatra.

Selama ini, kubu anti pemerintah sering kali menuding PM Yingluck Shinawatra merupakan boneka dari kakaknya yang hidup di pengasingan.

Dalam unjuk rasa Selasa (3/12/2013), para demonstran kembali berusaha menembus markas besar kepolisian nasional Thailand. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan dan mereka pun akhirnya memilih membubarkan diri menjelang tengah malam.

Demonstran antipemerintah kemarin mengakhiri unjuk rasa di kantor polisi nasional dan beberapa kementerian di Bangkok, Thailand. Namun pemimpin gerakan antipemerintah menegaskan perjuangan mereka masih berlanjut. Suasana di Bangkok kemarin relatif tenang setelah aparat keamanan memutuskan mundur untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Sampai hari ke-11 aksi unjuk rasa anti pemerintahan, pihak berwenang mengumumkan korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang. Aksi anarki mengganyang Yingluck Shinawatra yang mewarnai demonstrasi setidaknya telah menewaskan serta merenggut nyawa 5 orang dan 277 orang lainnya mengalami luka dalam tragedi tersebut akibat bentrokan berdarah antara pemprotes dan aparat keamanan di Bangkok awal Desember 2013 lalu. Jumlah korban tewas bertambah setelah demonstrasi pada Selasa (3/12/2013) lalu berujung maut ketika massa mendesak aparat kepolisian untuk menyingkir dan membiarkan mereka memasuki kantor-kantor pemerintahan dan melakukan pengepungan. Tindakan nekat para demonstran tersebut dilakukan untuk menggulingkan pemerintahan. Pada unjuk rasa Rabu (4/12/2013), aparat keamanan Thailand tampak lebih menjaga jarak dengan para demonstran setelah beberapa waktu sebelumnya terjadi bentrokan. (xinhua/rtr/royalgazette)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.406.228 Since: 05.03.13 | 0.2174 sec