Hukum

KPK Berpotensi Garap Widodo Ratanachaitong

JAKARTA-SBN.

Pengusaha asal Singapura yang juga Komisaris Utama PT. Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Widodo Ratanachaitong masih berpotensi digarap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun penyidikan kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) yang menjerat dan melibatkan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). akan masuk dalam persidangan.

Boss KOPL tersebut, Widodo Ratanachaitong sudah dua kali dipanggil KPK untuk menjadi saksi atas mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R)., namun selalu mangkir.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mengatakan posisi boss KOPL tersebut, Widodo Ratanachaitong bukan berarti sudah aman. “Enggak lah, bukan berarti sudah aman," tukas Bambang Widjojanto disela-sela acara Pekan Antikorupsi 2013, di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Namun, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menegaskan meskipun penyidik KPK belum berhasil memeriksa Widodo Ratanachaitong, hal tersebut tidak menghambat kinerja KPK dalam menyidik kasus dugaan korupsi di SKK Migas.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto memberi contoh ketika KPK tidak bisa memanggil Darin Mumtazah, istri muda mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan terdakwa kasus suap di Kementerian Pertanian (Kementan) karena saat itu Darin Mumtazah yang masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dinilai dibawah umur. "Tapi pembuktian seluruh kasus itu kan tidak terganggu walaupun Darin tak ada. Sama seperti Widodo, orang yang sudah dijadikan tersangka maupun saksi sudah diperiksa. KPK merasa sudah cukup untuk menentukan unsur-unsur di dalam sprindik, walaupun kalau ditambah Widodo memang kian sempurna tapi sekarang (progres) sudah bagus," jelas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Widodo Ratanachaitong merupakan petinggi dari empat perusahaan di Indonesia yakni Fossus Energy Ltd., Kernel Oil Pte. Ltd., Fortek Thailand Co. Ltd., dan World Petroleum Energy Pte. Ltd. yang juga atasan dari Manajer Operasional dan Komisaris PT. Kernel Oil Pte. Limited (KOPL) Indonesia Simon Gunawan Tanjaya yang kini sudah menjadi terdakwa.

Nama Widodo Ratanachaitong disebut-sebut memiliki peran penting karena dalam surat dakwaan Simon Gunawan Tanjaya, terungkap bahwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). menerima uang SIN$ 200 ribu dan US$ 900 ribu dengan atau sekitar Rp 10,38 miliar dari Widodo Ratanachaitong untuk mengatur pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas. Menanggapi peran Widodo Ratanachaitong, Bambang Widjojanto menilai saat ini yang lebih penting terdapat bukti yang cukup bahwa ada uang yang diberikan Simon Gunawan Tanjaya kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

"Sekarang ini yang penting bagi kita ada uang yang diberikan Simon kepada R.R. sudah cukup kan? Saya mau kasih contoh kasus Miranda Goeltom. Kalau Nunun nggak ngomong, kalau Nunun nggak ditangkap, tertutup itu (peran Miranda) dan KPK hanya dapat anggota dewan," ungkap Bambang Widjojanto.

"Tapi begitu Nunun ketangkap, kita bisa (jerat) ke atasnya karena Nunun membuka itu. Sama seperti (kasus) ini, jadi kita tidak bisa bilang ini selesai. Kita anggap ini adalah suatu proses yang belum ikut dibuka karena masih ada orang yang tidak bertanggung jawab karena melarikan diri," tambah Bambang Widjojanto.

Maka, sambung Bambang Widjojanto, Widodo Ratanachaitong bisa ikut terjerat apabila Simon Gunawan Tanjaya membuka peran Widodo Ratanachaitong.

"Kalau seperti itu Widodo bisa kena, itu bagus. Tapi kita harus cari Widodo-nya," pungkas Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. (tem/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.307.195 Since: 05.03.13 | 0.2355 sec