Nasional

Menkopolhukam: Proses Politik Kasus Century Sudah Selesai

Wednesday, 11 Desember 2013 | View : 1388

JAKARTA-SBN.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto menegaskan bahwa kesepakatan rapat paripurna DPR RI telah memutuskan bahwa proses politik kasus Bank Century telah selesai.

“Amanat Paripurna DPR menyerahkan pengusutan kasus Century kepada proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),”  tandas Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto di Jakarta, Minggu (8/12/2013).

Menkopolhukam, Djoko Suyanto menegaskan Tim Pengawas (Timwas) kasus Century DPR RI bertugas mengawasi proses hukum bukan kembali ke proses politik.

Timwas beberapa waktu lalu merencanakan memanggil Wakil Presiden Boediono untuk memberikan keterangan soal kasus Bank Century tetapi Boediono menolak panggilan tersebut karena tidak ingin mengganggu jalannya proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPK.

Atas kasus yang sama, Boediono beberapa pekan lalu sebelumnya juga telah sempat menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Wakil Presiden.

Setelah pemeriksaan tersebut timwas pun mengirim surat undangan kepada Boediono. Namun Boediono menolak. Wakil Presiden Boediono tidak akan hadir memenuhi panggilan Tim Pengawas (Timwas) Century DPR RI pada 18 Desember mendatang. Melalui Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, dipastikan Boediono tidak akan datang. “Pak Boediono tidak akan hadir memenuhi panggilan Tim Pengawas (Timwas) Masalah Century DPR RI," ungkap Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2013).

Alasannya, menurut Yopie Hidayat, pemanggilan Timwas Century kepada mantan Gubernur BI itu dinilai dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang kini sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lebih lanjut Yopie Hidayat tegaskan pula, Boediono berkomitmen membantu KPK menuntaskan masalah Century dan tidak ingin proses penegakan hukum yang sedang berlangsung terganggu oleh intervensi politik apapun.

Apalagi, kata Jubir Wapres, proses politik di DPR RI sudah selesai dengan keputusan menyerahkan masalah ini kepada lembaga penegak hukum. “Tugas Timwas, sesuai keputusan Paripurna DPR, adalah mengawasi para penegak hukum. Pemanggilan kepada pihak-pihak lain di luar lembaga penegak hukum, apalagi yang sudah memberikan keterangan kepada KPK, adalah tindakan yang tidak sejalan dengan keputusan Paripurna DPR dan berada di luar kewenangan Timwas," tandasnya.

Pimpinan Partai Demokrat menyatakan bahwa proses politik masalah Bank Century sudah selesai dengan keputusan Rapat Paripurna DPR RI yang menyerahkan masalah ini kepada penegak hukum. “Tugas Timwas, sesuai keputusan Paripurna DPR RI adalah mengawasi berjalannya proses hukum yang dilakukan para penegak hukum,” ujar Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Mohammad Ikhsan Modjo di Jakarta, Sabtu (7/12/2013).

Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Mohammad Ikhsan Modjo menegaskan pemanggilan kepada pihak-pihak lain apalagi yang sudah memberikan keterangan kepada KPK adalah tindakan yang tidak sejalan dengan keputusan Paripurna DPR RI dan berada di luar kewenangan Timwas.

Pemanggilan Wapres oleh Timwas DPR RI, katanya, hanya akan mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang kini sedang berlangsung di KPK.

Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Mohammad Ikhsan Modjo menambahkan Wapres Boediono sudah menegaskan berkomitmen membantu KPK menuntaskan masalah Century dan tidak ingin proses penegakan hukum yang sedang berlangsung terganggu oleh intervensi politik apapun.

“Apa yang dilakukan sebagian anggota Timwas Century hanya akan mengakibatkan kegaduhan politik yang tidak perlu. Sekadar memutar lagu lama politik yang tidak perlu dilakukan hanya demi pencarian panggung oleh segelintir orang,” cetus Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat itu seperti dikutip Antara.

Partai Demokrat, sambungnya, mengimbau berbagai pihak untuk terus menghormati proses hukum yang ada dan berkompetisi politik di tahun politik ini secara elegan, jujur, dan bermartabat.

Mantan anggota Timwas Century, Muhamad Misbakhun menyayangkan sikap Wakil Presiden Boediono yang menolak memenuhi panggilan Timwas Century, terkait kebijakan mantan Gubernur Bank Indonesia itu atas penyelamatan Bank Century.

Rabu (11/12/2013), mantan anggota Timwas Century, Muhamad Misbakhun mengaku ia sangat berharap Boediono bisa menjelaskan kenapa pemerintah bisa mengucurkan Rp 6,7 Triliun untuk Bank Century dihadapan para anggota DPR RI. "Kalau tidak hadir justru tampak bersalah," ketusnya.

Mantan Politisi Partai Kesejahteran Sejahtera (PKS) itu menjelaskan bahwa Boediono tidak perlu takut kesaksiannya di Timwas Century akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk jadi komoditas Politik.

"Pak Boediono kan sudah menceburkan dirinya ke Politik karena dia Wakil Presiden. Dia seharusnya bisa memposisikan dirinya bukan hanya sebagai ekonom dan akademisi saja, tapi juga orang nomor dua di Indonesia," terangnya.

Nama Boediono kembali disebut-sebut setelah KPK menetapkan status tersangka dan menahan terhadap Budi Mulya, mantan bawahan Boediono di Bank Indonesia. Budi Mulya ditahan terkait kebijakan BI dalam menyelamatkan Bank Century.

Jika Boediono terbukti bersalah, sambung Muhammad Misbakhun, KPK bisa saja menetapkan status tersangka terhadap Boediono. Muhammad Misbakhun mengatakan tidak ada satu pun peraturan di Indonesia yang bisa membuat Wakil Presiden lolos dari jeratan hukum.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR RI dari PKS, Indra menyayangkan sikap Wakil Presiden Boediono menolak panggilan Timwas pada 18 Desember mendatang. “Saya menyesalkan pernyataan yang intinya Pak Boediono tidak akan datang atau menolak panggilan Timwas Century DPR RI. Belum lagi DPR RI melayangkan surat panggilan, tiba-tiba sudah ada kicauan untuk tidak memenuhi panggilan,” tutur Indra.

Bambang Soesatyo, anggota Timwas Bank Century DPR RI dari Fraksi Golkar menilai Wakil Presiden Boediono tidak ksatria dengan menolak penuhi panggilan Tim Pengawas (Timwas) Century DPR RI pada 18 Desember mendatang.

Apalagi, menurut Politisi Golkar ini, alasan yang mendasari penolakan Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu adalah alasan yang dicari-cari. "Menurut saya, itu hanya alasan yang dicari-cari. Dalam UU jelas, siapapun warga negara Indonesia yang dipanggil DPR untuk kepentingan rakyat, wajib datang. Kalau tidak datang itu mengonfirmasi bahwa Boediono tidak ksatria," ungkap anggota Komisi III DPR RI ini, Rabu (4/12/2013).

"Kalau merasa benar kenapa harus takut?" Demikian dia mempertanyakan sikap Boediono.

Lebih lanjut Bambang Soesatyo katakan, dua kali pemanggilan secara patut tidak hadir tanpa alasan yang dibenarkan oleh hukum, panggilan ketiganya dapat dihadirkan paksa. Karena itu, dia jelaskan, Timwas Bank Century akan memakai ketentuan UU, bahwa semua sama dihadapan hukum.

Untuk itu pula, Bambang Soesatyo meminta Wapres Boediono, jangan berlindung dibalik jabatan dan kekuasaan yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.

"Seharusnya Boediono sebagai wapres menunjukkan sikap negarawan yang memberikan contoh dan tauladan kepada rakyat soal kepatuhan pada hukum dan aturan ketatanegaraan. Bukan mengajarkan pembangkangan terhadap suatu proses yang sudah ditetapkan dalam UU," tegasnya.

"Dan penolakan Boediono atas panggilan Timwas Century DPR merupakan pelecehan atau contempt of parliament," imbuhnya.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR RI tersebut, Bambang Soesatyo menyatakan bahwa Wakil Presiden Boediono tidak memiliki hak imunitas akan hukum meskipun jabatannya selaku orang nomor dua di Indonesia. “Dia hanyalah warga biasa sehingga tidak ada hak imunitas,” tukas Bambang Soesatyo yang juga anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum.

Anggota Timwas Century dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno menilai mayoritas fraksi setuju memanggil Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Pemanggilan itu untuk dimintai keterangan seputar kasus Century yang menyebabkan kerugian negara Rp 6,7 triliun. "Kalau dari minggu lalu hanya Demokrat yang sedikit menanyakan urgensinya. Delapan fraksi lain enggak masalah," papar Hendrawan Supratikno di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Diketahui, Timwas Century hari ini memutuskan apakah Boediono akan dipanggil atau tidak. Rencananya, Timwas Century juag akan meminta keterangan KPK. Namun, rapat dengan KPK akhirnya dibatalkan.

Politisi PDIP itu mengatakan tujuan pemanggilan Boediono untuk meredam spekulasi dan gosip politik. "Karena Boediono menyampaikan statement yang bisa diklariifikasi," katanya.

Hendrawan Supratikno mengatakan pemanggilan Boediono dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Ia pun mengaku bila menjadi Wakil Presiden akan memenuhi pemanggilan itu. “Kalau jadi Boediono saya gunakan kesempatan itu untuk klarifikasi. Sebelum reses pasti sudah dipanggil kalau masih masa sidang ini," imbuhnya. (ant)

See Also

Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Kalau Tidak Ada TMMD, Belum Tentu Ada Program Bedah RTLH
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.486 Since: 05.03.13 | 0.1808 sec