Ekonomi

Holden Di Australia Segera Tutup

Wednesday, 11 Desember 2013 | View : 1016

MELBOURNE-SBN.

Produsen mobil Holden yang adalah anak perusahaan General Motors (GM), mengumumkan akan menghentikan pembuatan mobil dan menutup pabrik manufaktur di Australia pada akhir tahun 2017. GM Holden Ltd. adalah pabrik mobil di Australia dengan kantor pusatnya di Port Melbourne negara bagian Victoria. Holden didirikan dalam tahun 1856 oleh pendiri James Holden.

Keputusan ini akan mengakibatkan nyaris sebanyak 2.900 orang karyawan kehilangan pekerjaannya. GM Holden, pembuat mobil ikonik Commodore, mengatakan, sebanyak 2.900 pekerja akan dipecat selama empat tahun ke depan, masing-masing 1.600 di pabrik kendaraan Elizabeth, Adelaide, negara bagian South Australia (SA) dan sekitar 1.300 tenaga kerja di Melbourne, negara bagian Victoria (Vic). Hal ini menjadi pukulan besar bagi industri otomotif di negeri Kanguru tersebut.

Holden, yang telah membuat mobil di Australia sekitar selama 65 tahun, akan mempertahankan unit penjualan dan pusat distribusi di Australia.

Keputusan Holden untuk hengkang dari perusahaan nasional datang setelah raksasa AS, Ford pada Mei lalu menyatakan juga akan berhenti membuat kendaraan di pabrik-pabrik Australia karena tidak menguntungkan pada tahun 2016. Keputusan itu menyebabkan 1.200 pekerja kehilangan pekerjaan.

Sebelumnya, Mitsubishi telah menutup pabrik di Adelaide pada lima tahun lalu. Kini, hanya Toyota Australia yang bertahan dengan mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan.

"Keputusan untuk mengakhiri manufaktur di Australia mencerminkan badai yang sempurna dari pengaruh negatif yang dihadapi industri otomotif di negara ini," kata kepala eksekutif GM, Dan Akerson dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP, Rabu (11/12/2013).

Perusahaan itu mengatakan mata uang Australia yang kuat, biaya produksi yang tinggi dan pasar domestik yang kecil adalah salah satu alasan di balik keputusan ini. "Ini termasuk (dipengaruhi) kekuatan berkelanjutan dolar Australia, biaya produksi yang tinggi, pasar domestik yang kecil dan bisa dibilang pasar mobil yang paling kompetitif serta terfragmentasi di dunia," tambahnya.

Banyak perusahaan pembuat mobil di Australia berjuang keras untuk bisa terus berproduksi meskipun pemerintah memperluas dukungan kepada industri melalui subsidi selama beberapa tahun terakhir.

Telah terjadi perdebatan terjadi mengenai apakah pemerintah harus terus memberikan subsidi untuk sektor ini.

Menurut Australian Broadcast Corporation (ABC), Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan pekan lalu bahwa tidak akan ada lagi insentif pajak dari negara.

Pemerintah juga meningkatkan tekanan pada Holden dalam beberapa hari terakhir untuk memperjelas rencana masa depan mereka di Australia.

Sekretaris nasional dari divisi kendaraan di Serikat Pekerja Manufaktur Australia, Dave Smith,  mengatakan tekanan pemerintah telah mempengaruhi langkah Holden.

"Saya percaya keputusan ini dipicu oleh tindakan pemerintah," katanya seperti dikutip oleh ABC. (bbc/abc/afp)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.044 Since: 05.03.13 | 0.1678 sec