Hukum

Kapolri: Bu Pur Keluarga Besar Polri

Wednesday, 11 Desember 2013 | View : 918

JAKARTA-SBN.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman mengaku tak ingat pertama bertemu dengan orang yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga Cikeas, Sylvia Solehah alias Bu Pur. Nama Jenderal Pol. Sutarman muncul dalam kesaksian Sylvia Solehah atau akrab dikenal dengan panggilan Bu Pur dalam persidangan terdakwa kasus korupsi proyek Hambalang, Deddy Kusdinar. "Saya nggak ingat sama sekali. Tapi kalau memang orang datang, saya ini kan pelayan masyarakat," tukas Jenderal Pol. Sutarman usai membuka "Asia Pacific Police Expo and Forum 2013" di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Mantan Kabareskrim, Jenderal Pol. Sutarman juga mengaku tak tahu persis soal permintaan pengamanan aksi unjuk rasa yang diajukan Bu Pur.

Dalam kesaksiannya, Sylvia Solehah alias Bu Pur mengaku bertemu Jenderal Pol. Sutarman pada tahun 2010 saat Jenderal Pol. Sutarman menjabat Kepala Kepolisian Polda (Kapolda) Metro Jaya. "Jadi Widodo sore hari telepon ke saya, bu mohon bantuan untuk pengamanan di Kemenpora karena besok pagi ada demo besar yang butuh pengamanan dari Polda," kata Bu Pur dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Menurut Bu Pur, keperluannya dalam pertemuan tersebut adalah untuk meminta pengamanan demo di Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Kalau demo di Hambalang, tak ada urusannya dengan kami dan kami tak ngerti sama sekali. Tapi kalau demonya ada di Jakarta, tak usah diminta, pasti kami amankan," tandas Jenderal Pol. Sutarman.

Bu Pur disebut sebagai kepala urusan rumah tangga Cikeas yang diduga ikut berperan dalam proyek Hambalang. Sedangkan Widodo adalah Widodo Wisnu Sayoko yaitu sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal Bu Pur di Cikeas saat menjenguk ibu SBY, eyang Bibah yang sedang sakit.

Kapolri Jenderal Pol Sutarman disebut-sebut dalam dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Hambalang, Sylvia Solehah alias Bu Pur. Sebelumnya, mantan Kabareskrim ini membantah memiliki hubungan dengan Bu Pur dan kasus Hambalang.

Namun kini akhirnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Sutarman mengakui mengenal saksi kasus korupsi proyek Hambalang bernama Sylvia Solehah atau yang akrab dipanggil Bu Pur, sosok perempuan yang pernah disebut dalam persidangan kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor dan suaminya Purnomo D. Rahardjo, yang juga merupakan lulusan Akabri 1973. "Bu Pur itu keluarga besar polisi, ya kita kenal. Suaminya angkatan 73," ungkap mantan Kabareskrim Polri ini Jenderal Pol. Sutarman usai menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Antikorupsi dan Hari HAM se-Dunia Tahun 2013, di Kompleks Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (9/12/2013).

Kapolri Jenderal Polisi Sutarman disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Sylvia Solehah alias Bu Pur terkait kasus korupsi proyek Hambalang. Entah siapa yang menyebar BAP tersebut sehingga sampai ke tangan wartawan. Saat disinggung namanya disebut-sebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Bu Pur yang beredar dikalangan wartawan, Jenderal Pol. Sutarman lantas meminta menanyakan kebenaran BAP tersebut kepada KPK. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya ini mengatakan tidak mengerti namanya berada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sylvia Solehah atau Bu Pur. “Itu BAP mana? Tanya dulu sama KPK. Yang jelas gak ada hubungannya kaitannya sama Hambalang," tegasnya.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) atas nama saksi kasus Hambalang, Slyvia Solehah alias Bu Pur atas tersangka Deddy Kusdinar. Dalam BAP tersebut, nama istri Jend. Pol. Sutarman, Ely juga dicantumkan.

Mantan Kabareskrim, Jend. Pol. Sutarman diketahui diminta bantuannya untuk mengamankan proyek Hambalang dari ancaman beberapa LSM dan pendemo. Bantuan kepada Jend. Pol. Sutarman dilakukan Bu Pur melalui istrinya Ely. Saat itu, Jend. Pol. Sutarman masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Dikabarkan sebelumnya, Jenderal Pol. Sutarman pernah membantah mengenal Bu Pur. Lebih lanjut Sutarman pun menegaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan kasus Hambalang. Ia mengaku tidak tahu mengenai kasus Hambalang. "Wah kalau urusan Hambalang. Yang jelas enggak ada hubungannya kaitannya sama Hambalang, mas. Orang-orang itu saya enggak kenal," tegas Jenderal Pol. Sutarman saat dihubungi wartawan, Jumat (6/12/2013) malam.

Selain itu, Jenderal bintang empat Polri ini juga menegaskan tidak pernah membahas mengenai Hambalang dengan Bu Pur. "Enggak ada hubungannya sama sekali," tuturnya.

Lebih lanjut, Jenderal Pol. Sutarman pun menampik terkait keterangan dalam BAP tersebut, bahwa ada permintaan pengamanan saat dirinya masih menjabat Kapolda Metro Jaya. “Pengamanan gimana, Polda Metro apa urusannya sama Hambalang, itu wilayah Jabar. Bagaimana minta pengamanan?" tegas dia lagi.

Diberitakan juga sebelumnya, Jenderal Pol. Sutarman merasa penasaran, siapa orang yang mengkait-kaitkan nama dirinya dalam kasus Hambalang. Ia ingin tahu siapa dibalik tersiarnya pemberitaan tersebut dan motif apa dibalik itu. “Saya ingin tahu mas siapa yang mengaitkan saya dengan Hambalang, ingin tahu saja motivasinya," ujarnya.

Dalam perkara ini, Deddy Kusdinar sebagai PPK disangkakan mendapatkan uang Rp 1,4 miliar dari total anggaran Rp 2,5 triliun. Uang juga mengalir ke pihak-pihak lain antara lain seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng sebesar Rp 4 miliar dan US$ 550 ribu, Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram mendapatkan Rp 6,55 miliar, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mendapatkan Rp 2,21 miliar.

Deddy Kusdinar didakwakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dengan denda Rp 1 miliar. (tem/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.271.907 Since: 05.03.13 | 0.2348 sec