Hukum

Bu Pur Akui Pernah Minta Bantuan Jenderal Sutarman

Tuesday, 10 Desember 2013 | View : 1032

JAKARTA-SBN.

Orang yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga Cikeas, Sylvia Solehah alias Ibu Pur mengakui meminta tolong Kapolda Metro Jaya yang saat itu dijabat Jenderal Polisi Sutarman untuk pengamanan demonstrasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Jadi Widodo sore hari telepon ke saya, bu mohon bantuan untuk pengamanan di Kemenpora karena besok pagi ada demo besar yang butuh pengamanan dari Polda," kata Bu Pur dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Sylvia Solehah atau akrab dikenal dengan panggilan Bu Pur menjadi saksi untuk terdakwa mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusdinar.

Saat itu Kapolda Metro Jaya dijabat oleh Jenderal Pol. Sutarman yang sekarang menjadi Kapolri. Di Polda itu juga Bu Pur mengaku pertama kali kenal dengan Deddy Kusdinar. Bu Pur mengaku pertama kali bertemu Deddy Kusdinar, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, di ruang tamu Jenderal Pol. Sutarman pada tahun 2010.

Bu Pur disebut sebagai kepala urusan rumah tangga Cikeas yang diduga ikut berperan dalam proyek Hambalang. Sedangkan Widodo adalah Widodo Wisnu Sayoko yaitu sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal Bu Pur di Cikeas saat menjenguk ibu SBY, eyang Bibah yang sedang sakit.

"Kenapa minta pengamanan kepada saudara? Apakah saudara sebagai staf Kemenpora atau staf Polda kenapa dimintai pengamanan?" tanya ketua majelis hakim Amin Sutikno. "Saya ini ibu rumah tangga," jawab Bu Pur singkat.

Bu Pur mengaku hanya khawatir dengan situasi di Kemenpora. "Saya khawatir kalau ada sesuatu di Kemenpora, karena menyangkut masalah keamanan," ungkap Bu Pur.

Bu Pur kemudian meminta Jenderal Pol. Sutarman untuk memberikan pengamanan.

"Widodo dulu datang ke Polda, berikutnya saya, lalu Pak Deddy, lalu saya dikenalkan bahwa ini Pak Deddy, setelah minta pengamanan, saya pulang sendiri, setelah itu tidak ada komunikasi lagi antara saya sama Deddy," jelas Bu Pur.

"Kebetulan suami saya Pak Purnomo saat itu Pak Deddy yang menceritakan bahwa ada demo di Kemenpora dan saya hanya mendengarkan saja," ungkap Bu Pur.

Atas permintaan Bu Pur itu, Jenderal Pol. Sutarman selanjutnya mengatakan akan mengirimkan anggota.

Tapi Bu Pur meyakini bahwa permintaan tersebut tidak terkait Hambalang.

"Apakah ini terkait proyek Hambalang?" tanya anggota hakim Purwono Edi Santoso. "Tidak tahu, masalah proyek saya tidak pernah tahu," jawab Bu Pur.

Dalam BAP Bu Pur yang beredar dikalangan wartawan, nama Jenderal Polisi Sutarman diminta bantuannya untuk mengamankan proyek Hambalang dari ancaman aksi penolakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), saat Jenderal Pol. Sutarman masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Permintaan bantuan itu dilakukan Bu Pur melalui istri Jenderal Pol. Sutarman yang bernama Ely.

Kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagaimana tertulis dalam BAP Bu Pur sebagai saksi Deddy Kusdinar, Bu Pur menjelaskan proses permintaan tolong tersebut. Dituliskan, pada tahun 2010 seorang bernama Widodo Wisnu Sayoko yang merupakan sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menelpon Bu Pur. 

Widodo Wisnu Sayoko menyampaikan bahwa ada oknum di Kemenpora yang meminta bantuan keamanan untuk aksi penolakan dari LSM. Lantas Bu Pur menghubungi Ely untuk meminta bantuan suaminya, Jenderal Pol. Sutarman yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ely pun menyanggupi permintaan tersebut dan akan menghubungi Bu Pur kembali setelah permintaan itu disampaikan ke Jenderal Pol. Sutarman.

Kemudian Bu Pur, Widodo Wisnu Sayoko dan seorang oknum dari Kemenpora menghadap Jenderal Pol. Sutarman. Mereka berangkat masing-masing dan bertemu di ruang tamu dekat ruangan ADC (Ajudan). Di ruang tunggu tamu Kapolda Metro Jaya itulah, Bu Pur diperkenalkan oleh Widodo Wisnu Sayoko kepada Deddy Kusdinar.

Seperti diketahui, dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa waktu yang lalu, Mindo Rosalina Manullang alias Rosa mengaku mengetahui sosok Bu Pur yang mendapatkan proyek pengadaan peralatan olahraga terkait pembangunan proyek Hambalang. “Kata Pak Wafid (mantan Sesmenpora), maaf Ros, yang peralatan itu, Bu Pur sudah ke sini," ujar Rosa meniru pernyataan Wafid Muharram.

Rosa juga sudah mengetahui mengenai siapa sosok Bu Pur. "Bu Pur Kepala Rumah Tangga Cikeas. Dia juga pengin proyek peralatan ini," kata Rosa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Dalam perkara ini, Deddy Kusdinar sebagai PPK disangkakan mendapatkan uang Rp 1,4 miliar dari total anggaran Rp 2,5 triliun. Uang juga mengalir ke pihak-pihak lain antara lain seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng sebesar Rp 4 miliar dan US$ 550 ribu, Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram mendapatkan Rp 6,55 miliar, mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mendapatkan Rp 2,21 miliar.

Deddy Kusdinar didakwakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dengan denda Rp 1 miliar. (tem/ant/oke)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.688.528 Since: 05.03.13 | 0.1786 sec