Hukum

Hakim Pertanyakan Jaksa Tetapkan Peran Widodo Sebagai Aktor Intelektual

JAKARTA-SBN.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan peran Widodo Ratanachaitong, bos Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Singapura, sebagai aktor intelektual dalam analisa yuridis dalam berkas tuntutan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya, komisaris Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Rum menjelaskan alasan pihaknya menyimpulkan Widodo Ratanachaitong, bos Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Singapura, sebagai aktor intelektual dalam analisa yuridis surat tuntutan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya, komisaris Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Indonesia.

Menurut Jaksa KPK, Muhammad Rum, analisis itu dirumuskan tim Jaksa karena fakta persidangan dan sejumlah alat bukti mengungkap bahwa Simon Gunawan Tanjaya telah bersama-sama Widodo Ratanachaitong melakukan perbuatan suap pengurusan tender kondesat Senipah dan minyak mentah tahun anggaran 2013 di lingkungan SKK Migas. "Kesimpulannya, kedudukan Simon dan Widodo sama-sama menggunakan atau melibatkan korporasi sebagai sarana perbuatannya itu. Meski di balik layarnya ada Widodo tapi secara fisik (suap) yang memberikan itu terdakwa (Simon)," kata Muhammad Rum ditanyai wartawan usai menjalani sidang tuntutan terdakwa Simon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/12/2013).

Hakim Tati Hadiyanti, yang memimpin persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/12/2013), sontak kaget. Hakim Tati Hadiyanti, yang memimpin persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/12/2013) mempertanyakan kenapa nama Widodo Ratanachaitong langsung disimpulkan Jaksa sebagai aktor intelektual meski belum jadi saksi dalam persidangan Simon Gunawan Tanjaya.

“Apakah memang sudah diproses dan sudah disimpulkan sebagai aktor intelektual. Hanya tanya saja. Memang sudah? Karena di dalam perkara ini sebagai saksi pun tidak. Tapi di dalam tuntutan sudah disimpulkan sebagai aktor intelektual," tutur hakim Tati Hadiyanti dalam persidangan.

Bukan tanpa alasan hakim Tati Hadiyanti mengatakan hal demikian. Sehingga ia penasaran sejauh mana proses penyidikan terhadap Widodo Ratanachaitong.

Hakim Tati Hadiyanti mempertanyakan hal tersebut lantaran bakal dipertanyakan publik yang mengikuti perkara ini. "Jadi dalam pertimbangan analisa yuridis. Jadi prosesnya masih menunggu dalam perkara ini," terang Jaksa Muhammad Rum menjawab pertanyaan hakim Tati Hadiyanti usai berkas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk Simon Gunawan Tanjaya dibacakan.

Untuk diketahui, perkara ini juga menjerat mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) selaku Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Deviardi alias Ardi, pelatih golf pribadi Rudi Rubiandini sebagai tersangka penerima suap. Namun, berkas keduanya belum dilimpahkan ke pangadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Sebelumnya dikabarkan, KPK akan memeriksa Widodo Ratanachaitong. Diberitakan sebelumnya, dalam melanjutkan penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), besar kemungkinan KPK akan memeriksa Widodo Ratanachaitong di Singapura. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan dalam kasus suap SKK Migas. Bahkan, Ketua lembaga antirasuah Abraham Samad menegaskan bahwa pemeriksaan Widodo Ratanachaitong adalah prioritas KPK. “Insya Allah jadi priotas. Tim masih melakukan koordinasi kenapa diperiksa di Singapura karena kita ingin mempercepat saja. Karena kalau kita terus panggil yang bersangkutan dengan berbagai alasan tidak datang ke KPK, maka kita proaktif," tukas Abraham Samad.

Ketua KPK Abraham Samad menyebutkan tidak ada masalah jika KPK memeriksa di Singapura karena sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama terhadap mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, di Amerika Serikat, terkait kasus Bank Century. "Kita kan bisa kerja sama dengan CPIB (Corrupt Practices Investigation Bureau) Singapura untuk melakukan koordinasi serta melakukan pemanggilan. Kalau misalnya (pemeriksaan Widodo) di Singapura pasti dengan CPIB-nya," tegas Abraham Samad.

Pemeriksaan di Singapura tersebut, tambah Abraham Samad, untuk mempercepat progres penanganan kasus dan mendapatkan informasi yang lebih akurat. "Karena kalau kita tunggu biasanya yang bersangkutan terlalu banyak alasan. Oleh karenanya, kita lakukan pemeriksaan di tempat yang bersangkutan," tandas dia. (tri/ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.194.681 Since: 05.03.13 | 0.2808 sec