Internasional

Nelson Mandela Bangga Memakai Batik

Friday, 06 Desember 2013 | View : 1608

PRETORIA-SBN.

Mendiang mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela dan batik bagaikan dua hal yang tak terpisahkan. Sikap kesederhanaan yang ditunjukkan mendiang mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela terutama dalam hal berbusana. Hampir di segala kesempatan, baik suasana santai maupun resmi, presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan itu kerap terlihat mengenakan batik. Nelson Mandela yang selalu bangga memakai batik buatan Indonesia.

Bahkan, ketika melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu para pemimpin dunia, Nelson Mandela dengan bangga mengenakan kemeja batik khas Indonesia.  Seperti saat ia bertemu  Ratu Elizabeth II atau George W. Bush beberapa tahun lalu. Termasuk saat bertemu Soeharto pada tahun 1997. Saat itu, Nelson Mandela mengenakan batik, sementara mantan Presiden RI, Soeharto malah tampil bergaya kebarat-baratan dalam balutan setelan jas. Ya, pencetus gerakan anti apartheid  dan pembela hak asasi ini seperti duta batik dunia. Nelson Mandela "mempromosikan" batik Indonesia ke seluruh dunia.

Cukup ironis, di saat batik dikucilkan di negeri asalnya, penerima Nobel perdamaian itu justru bangga berbatik.

Menurut BBC Indonesia, perkenalan Nelson Mandela dengan batik bermula saat ia berkunjung ke Indonesia pada tahun 1990 atau beberapa bulan setelah dia keluar dari penjara di Pulau Roben, penjara yang menjadi rumahnya selama 27 tahun.

Nelson Mandela yang saat itu menjabat sebagai Presiden Kongres Afrika Selatan menerima cinderamata berupa batik. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, sejak itu Nelson Mandela kerap mengenakan batik.

Diketahui, koleksi batik sang Madiba, panggilan akrab Nelson Mandela, didominasi kemeja batik rancangan maestro batik Iwan Tirta.

Belakangan, muncul istilah Madiba shirt atau kemeja Madiba untuk menyebut busana yang kerap dikenakan Nelson Mandela.

Kini sang duta batik itu telah tiada setelah berjuang melawan penyakit infeksi yang menggerogoti paru-parunya, selama bertahun-tahun. Ikon anti-apartheid itu, Nelson Mandela tutup usia pada umur 95 tahun, Kamis (5/12/2013), di Johannesburg, karena infeksi paru yang tak kunjung sembuh.

"Bangsa ini telah kehilangan putra terbaiknya. Beliau kini sudah beristirahat dengan tenang," ujar Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma saat mengumumkan berita duka itu.

Jenazah mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel), Nelson Mandela telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit militer di kota Pretoria, Jumat (6/12/2013).

Rencananya, jenazah Nelson Mandela akan dibalsem dalam tiga atau empat hari kedepan, setelah upacara penghormatan terakhir baginya di stadion sepakbola Johannesburg. Kemudian, Nelson Mandela akan disemayamkan di Pretoria selama beberapa hari, sebelum akan diterbangkan ke kampung halamannya di Qunu, di hari Sabtu atau Minggu pekan depan, untuk dimakamkan.

Selamat jalan Nelson Mandela! (bbc/rtr/afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.982 Since: 05.03.13 | 0.2158 sec