Internasional

Polisi Thailand Izinkan Demonstran Masuki Markas Kepolisian

Tuesday, 03 Desember 2013 | View : 857

BANGKOK-SBN.

Polisi Thailand mencopot barikade dan mengizinkan demonstran masuk ke halaman Markas Besar Kepolisian Metropolitan demi menghindari bentrok. Ratusan pengunjuk rasa juga tampak masuk ke dalam halaman gedung pemerintahan di Bangkok, sembari melambai-lambaikan bendera Thailand serta meniupkan pluit.

Perkembangan yang mengejutkan pada Selasa (3/12/2013), ini untuk menghapus ketegangan yang terjadi di ibu kota Thailand itu, menyusul bentrok tiga hari antara pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Selasa (3/12/2013), polisi mengatakan, mereka tidak akan memperpanjang masa penggunaan kekuatan untuk mempertahankan markas besarnya di Bangkok dari serbuan pengunjuk rasa.

Letnan Jenderal Kamronwit Thoopkrajang, Kepala Kepolisian Metropolitan, mengatakan kepada kantor berita AFP, pasukannya tidak akan menggunakan kekerasan dalam menghadapi demonstran. "Markas Besar Kepolisian Metropolitan adalah milik rakyat," ucapnya.

"Tidak akan ada penggunaan gas air mata hari ini. Semalam, seorang perwira polisi cedera akibat tembakan senapan. Jika kami menolak (tuntutan demonstran), akan ada yang luka lagi. Kami semua adalah warga Thailand,” tuturnya

Selanjutnya, polisi menggunakan crane guna memindahkan beton pembatas dan barikade kawat berduri untuk membuka jalan menuju Markas Besar Kepolisian.

Koresponden Al Jazeera, Wayne Hay, yang melaporkan dari gedung pemerintahan, mengatakan ada atmosfer karnaval di sekitar gedung. Dia menambahkan, para pemimpin unjuk rasa menyerukan agar demonstran tidak memasuki Markas Besar Kepolisian.

Suthep Thaugsuba, pemimpin oposisi utama, terus-menerus berkampanye untuk menjatuhkan pemerintahan dan memerintahkan pengikutnya menggeruduk Markas Besar Kepolisian. Pidato kampanye tersebut disampaikan pada Senin (2/12/2013), beberapa jam sebelum kepolisian berinisiatif membuka barikade kawat berduri.

Sebelumnya, pengunjuk rasa anti-pemerintah Thailand berjanji untuk menyerbu markas kepolisian di Bangkok pada Selasa (3/12/2013). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari aksi untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Menghadapi ancaman ini, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berjanji untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap massa yang  berusaha menyerbu kantornya dan markas polisi terdekat. Kantornya kini dilindungi oleh pagar beton, kawat berduri, dan dijaga polisi anti-huru-hara.

Sebelumnya, pada hari Selasa (3/12/2013), helikopter menjatuhkan selebaran di atas pengunjuk rasa mengingatkan bahwa pemimpin mereka, Suthep Thaugsuban, ditahan atas tuduhan pemberontakan. "Jadi tolong, menjauhlah darinya dan tinggalkan pertemuan-pertemuan yang melanggar hukum," tulis selebaran itu.

Suthep Thaugsuban, mantan Wakil Perdana Menteri yang menentang Thaksin Shinawatra, menyerukan pada polisi bahwa para pendukungnya akan menguasai markas kepolisian.

Media Thailand menuliskan bahwa jatuhnya markas polisi, atau bahkan kantor perdana menteri sekalipun ke tangan para pengunjuk rasa tidak akan mempengaruhi legitimasi pemerintah PM Yingluck Shinawatra, yang berkuasa setelah ia meraih kemenangan dalam pemilu tahun 2011. Kekacauan, tulis mereka, hanya akan membuat peluang bagi tentara untuk melangkah memulihkan ketertiban.

Pasar keuangan Thailand telah merosot tajam sejak protes dimulai lebih dari sebulan lalu. Namun, para analis ekonomi mengatakan, krisis ini tak akan berlarut-larut. Pada hari Selasa, baht stabil di posisi sekitar 32,15 per dolar AS, sementara pasar saham ditutup naik 0,2 persen pada hari Senin (2/12/2013). (afp/tem/Al Jazeera)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.967 Since: 05.03.13 | 0.2143 sec