Internasional

PM Thailand Siap Berdialog

Monday, 02 Desember 2013 | View : 961

BANGKOK-SBN.

Kisruh politik di Thailand akibat aksi unjuk rasa anti pemerintah kian hari semakin panas. Menyadari bahwa para demonstran oposisi dukungannya makin kuat, Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra, pun menyatakan bahwa dirinya siap berdialog untuk menemukan solusi damai dalam situasi politik yang tengah berkecamuk. “Kami sangat ingin menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara damai," tegas Yingluck Shinawatra, Senin (2/12/2013), di Bangkok.

Namun, pernyataan PM Thailand Yingluck Shinawatra yang dilontarkan amat bertentangan karena tak lama kemudian aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi demonstrasi akhirnya melepaskan tembakan peluru karet ke arah demonstran. Polisi menggunakan peluru karet, gas air mata, dan semprotan air terhadap para demonstran yang melemparkan batu ketika para demonstran semakin mengintensifkan pertahanannya di gedung-gedung pemerintah setelah kerusuhan akhir pekan di Bangkok.

Dalam dialog pertama dengan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, Suthep Thaugsuba mengatakan pembicaraan diadakan di hadapan para perwira tinggi dari ketiga angkatan bersenjata. Suthep Thaugsuba, Sekretaris Jenderal Komite Reformasi Rakyat Demokratik yang baru dibentuk, mengatakan kepada Yingluck Shinawatra bahwa dialog itu bukan perundingan. “Tidak akan ada tawar menawar dan ini harus selesai dalam dua hari,” tegas Suthep Thaugsuba setelah pembicaraan tersebut.

Dalam pidato kepada demonstran di Kompleks Pemerintahan di Jalan Chaengwattana, Suthep Thaugsuba meminta Perdana Menteri untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat Thailand, yang ia sebut adalah pemilik negara dan kedaulatannya.

Suthep Thaugsuba mengatakan, “Jika Yingluck rela mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, kita akan memperlakukan dia dengan cara yang santun. Rakyat tidak senang dengan (hanya) pengunduran diri pemerintah atau pembubaran DPR”.

“Perdana menteri tidak menjawab (selama pembicaraan), tetapi saya sudah melakukan tugas saya dalam menyampaikan tuntutan rakyat atas nama rakyat,” katanya.

Kondisi di Negara Gajah Putih semakin mencekam saja ketika tembakan polisi tersebut dibalas dengan lemparan bom molotov. Wartawan Reuters bahkan melihat seorang demonstran berusia 20-an tahun, yang melemparkan molotov ke arah aparat kepolisian yang bertugas mengamankan gedung pemerintah, mendapat balasan tiga kali tembakan.

Situs-situs berita di Thailand mewartakan pada unjuk rasa hari Minggu (1/12/2013) lalu, 30 ribu demonstran berunjuk rasa. Besarnya jumlah demonstran membuat aparat keamanan segera memasang kawat berduri hingga hambatan beton untuk melindungi gedung pemerintah yang berlokasi di jantung Kota Bangkok. Gedung Pemerintah merupakan kantor P.M. Yingluck Shinawatra.

Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Thailand soal total jumlah korban meninggal dunia dalam renteten aksi unjuk rasa anti pemerintah yang sudah sepekan lebih, termasuk jumlah korban luka-luka. Rumah Sakit Ramathibodi, yang dekat dengan aksi unjuk rasa, menolak memberikan informasi terkait. Mereka juga tidak mau membenarkan bahwa ada dua demonstran dilarikan ke RS itu karena terkena luka tembak. Pihak RS beralasan keterangan pers akan diberikan Senin (2/12/2013) malam.

Demo jalanan yang sudah berlangsung lama itu akhirnya menelan korban jiwa tiga orang pada Sabtu (30/11/2013) dan puluhan luka-luka. Dalam unjuk rasa Sabtu (30/11/2013) lalu, 4 demonstran dinyatakan meninggal dunia dan 45 orang luka-luka.

Demonstrasi yang semula berjalan damai berujung bentrok setelah demonstran pendukung Yingluck Shinawatra diserang kelompok anti pemerintahan. Satu dari empat korban tewas adalah mahasiswa, dan satu korban lainnya ditemukan sudah gosong tak jauh dari bus yang terbakar.

Pertumpahan darah di Ibukota dalam beberapa hari terakhir merupakan kekerasan politik terburuk di Thailand sejak aksi kekerasan militer pada tahun 2010 silam terhadap kelompok “Kaus Merah” yang pro-Thaksin.

Perdana Menteri yang sedang mendapat serangan oposisi ini berkata dia akan dianggap mengundurkan diri atau menggelar pemilihan umum (pemilu) jika para pengunjuk rasa sudah tidak mengesampingkan pergerakan ini karena tidak memadai. Dia menegaskan bahwa pemerintah terbuka pada “setiap pilihan” untuk memulihkan perdamaian.

Para demonstran telah menolak pemilu dan mengatakan mereka ingin membasmi “rezim Thaksin”, yang mengacu pada mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, saudara laki-laki Perdana Menteri wanita pertama di Thailand, Yingluck Shinawatra.

Thaksin Shinawatra adalah seorang taipan miliarder yang berubah haluan menjadi politisi, sangat dibenci oleh para elite, kelas menengah dan warga di wilayah selatan. Mereka lah yang menggelar demo dalam beberapa hari terakhir, menuduh pemerintahan Thaksin Shinawatra melakukan korupsi dan mengancam monarki. Namun, Thaksin Shinawatra dipuja oleh banyak orang di luar Bangkok, khususnya di bagian utara negara gajah putih ini, yang telah membantu Thaksin Shinawatra dan para sekutunya memenangkan setiap pemilu selama satu dekade.

Yingluck Shinawatra yang partai berkuasanya masuk ke tampuk kekuasaan pada tahun 2011, pada Senin (2/12/2013) mengatakan solusi apa pun untuk krisis harus “diterima oleh mayoritas”. (afp/rtr)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.406.176 Since: 05.03.13 | 0.2766 sec