Nasional

Fahmi Idris Minta Pengurus Pusat Kadin Evaluasi Tertangkapnya Wakil Ketua Umum Kadin

Monday, 02 Desember 2013 | View : 1426

JAKARTA-SBN.

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Fahmi Idris meminta pengurus pusat Kadin untuk segera melakukan evaluasi atau peninjauan kembali menyusul tertangkapnya Wakil Ketua Umum Kadin, H. Endang Kesumayadi karena membawa sabu-sabu.

H. Endang Kesumayadi dibekuk oleh aparat polisi dari Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu madu atau ‘Yellow Ice’ seberat 1 gram dan seperangkat alat sabu di lobi Hotel Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Senin (2/12/2013) dini hari pukul 01.00 WIB. Dari tangan Endang Kesumayadi ditemukan satu gram narkotika jenis sabu beserta alat hisapnya. Sabu yang dibawa Endang Kesumayadi merupakan sabu ‘Yellow Ice’ atau sabu kuning atau juga biasa disebut sabu ‘madu’ atau ‘Honey Ice’. Sabu ini memiliki kualitas cukup.

Mantan Menteri Perindustrian menggantikan Andung A. Nitimihardja, pada reshuffle kabinet yang diumumkan 5 Desember 2005 dan dilantik 7 Desember 2005, Fahmi Idris menyebutkan, siapapun yang merusak nama baik Kadin patut dilakukan peninjauan dan penelitian kembali. "Tapi kalau berkaitan dengan masalah hukum, maka kita patut menunggu hingga keputusannya incracht atau sudah ada keputusan hukum dari pengadilan,” cetus mantan Menteri Perindustrian tersebut, Senin (2/12/2013).

Menurut mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris, untuk menentukan nasib dan status Endang Kesumayadi dalam kepengurusan Kadin, Ketua umum beserta Dewan Pimpinan Kadin harus secepatnya menggelar rapat untuk segera memastikan nasib Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan itu. “Pak Suryo (Ketua Kadin) tentu harus melakukan semacam pertemuan untuk menentukan status Endang. Sebab ini kasus hukum pertama yang terjadi di Kadin. Apalagi posisi dia memegang peranan penting di Kadin, tetap harus ada penilaian kepada Endang,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Pembangunan.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Pembangunan VII pada periode Maret 1998-Mei 1998, Fahmi Idris juga sempat kaget ketika mendengar kasus penangkapan H. Endang Kesumayadi, sebab selama ini komisaris  perusahaan tambang PT. Indocoal Miner dan Chairman dari Asyana Group ini dikenal jauh dari hal-hal tak terpuji semacam itu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, menyesalkan kelakuan anggotanya yang memakai narkoba. Namun, ia menegaskan tindakan ini lebih kepada tindakan personal bukan organisasi. “Kita sangat sesalkan dan prihatin dengan adanya kejadian ini, walaupun masalah ini sifatnya pribadi, bukan organisasi," tegasnya, Senin (2/12/2013).

Suryo Bambang Sulisto juga menolak menjelaskan apakah ada sanksi organisasi bagi anggota yang terlibat dalam narkoba. Kadin belum bisa memutuskan apa yang terjadi pada H. Endang Kesumayadi, Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Perbatasan RI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang kedapatan membawa narkoba.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengaku malu dengan kasus penangkapan salah satu anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang ketahuan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Pasalnya sebagai sesama pengusaha, kalangan pebisnis tercoreng mukanya saat ini. “Kita juga akhirnya ikut malu sebagai pengusaha," tukas Sofjan Wanandi, Senin (2/12/2013).

Sofjan Wanandi menilai, penangkapan Endang Kesumayadi bisa menjadi pelajaran untuk semua asosiasi pengusaha dan perhimpunan para pebisnis agar jangan salah memilih orang.

Sofjan Wanandi pun berharap para pemimpin asosiasi seharusnya memberi contoh yang baik bagi para pengusaha bukan sebaliknya. "Kami sesalkan terhadap Waketum Kadin ini nggak betul, harusnya memberi contoh memilih pimpinan yang baik," ungkap Sofjan Wanandi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat, Santyoso Tio turut prihatin atas tertangkapnya Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pembangunan Perbatasan, Endang Kesumayadi. "Jika berita yang beredar itu benar, kita turut menyayangkan ada pengurus Kadin pusat yang menggunakan barang haram itu. Kok pengusaha mau memakai narkoba, sangat tidak pantas," ujarnya saat dihubungi, Senin (2/12/2013).

Santyoso Tio mengenal dengan H. Endang Kesumayadi karena sama-sama di Kadin, bahkan sejak Endang Kesumayadi menjabat Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan sebelum ditarik menjadi pengurus Kadin Indonesia.

Meski merasa prihatin, Santyoso Tio menjelaskan, Endang Kesumayadi merupakan pengurus Kadin Indonesia versi SBS (Suryo Bambang Sulisto). Usai terjadinya dualisme kepengurusan Kadin, Endang Kesumayadi ditunjuk menjadi ketua caretaker Kadin Kalbar oleh Suryo Bambang Sulisto. Namun legalitas Endang Kesumayadi tidak diakui oleh 14 Ketua Kadin kabupaten/kota di Kalbar, mereka tetap mengakui kepengurusan Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio.

Sebelum terjadi dualisme kepengurusan, Endang Kesumayadi bersama satu di antara Dirjen Kementerian Dalam Negeri, Agung M.S. beberapa kali berkunjung ke Kalbar membahas pembangunan dryport di perbatasan Entikong dengan Kadin Kalbar.

Hingga Senin (2/12/2013) siang, Endang Kesumayadi kini sedang masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, untuk mengetahui darimana dirinya mendapat barang haram, berupa sabu 'madu' kualitas terbaik.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Nugroho Aji menegaskan saat ini anggota di lapangan sedang menelusuri darimana Endang Kesumayadi mendapatkan barang haram tersebut. Penyidik kepolisian berusaha mengetahui dari mana pengusaha batu bara asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu mendapatkan sabu madu atau ‘Yellow Ice’ yang di kalangan pengguna narkoba dikenal sebagai sabu berkualitas terbaik.

Penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menetapkan Wakil Ketua umum Bidang Pembangunan Perbatasan RI Kadin, Endang Kesumayadi, sebagai tersangka. “Karena kedapatan bawa sabu dan hasil tes urine positif, dia resmi ditetapkan sebagai tersangka," tandas Kombes Pol. Nugroho Aji di Mapolda Metro Jaya.

Endang Kesumayadi dijerat Pasal 112 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan ditahan di tahanan narkoba Polda Metro Jaya. (mer/tri)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.612.168 Since: 05.03.13 | 0.1407 sec