Hukum

Majelis Kehormatan Ombudsman Rekomendasikan Pemberhentian Wakil Ketua Ombudsman

Friday, 29 Nopember 2013 | View : 685

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua Ombudsman RI nonaktif, Azlaini Agus harus menerima ‘pil pahit’ dan getah terkait insiden pemukulan terhadap Yana Novia, pramugari maskapai Garuda Indonesia yang dilakukan beberapa waktu silam di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Akibatnya, kasus penamparan terhadap pramugari tersebut, Azlaini Agus direkomendasikan oleh Majelis Kehormatan Ombudsman untuk diberhentikan secara tetap.

Majelis Kehormatan Ombudsman merekomendasikan pemberhentian tetap Wakil Ketua Ombudsman, Azlaini Agus, karena terbukti melanggar prinsip etik. “Majelis merekomendasikan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Azlaini Agus dan sanksi lainnya yang dimungkinkan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan sebagai akibat dari pemberhentian tetap ini, karena telah terjadi pelanggaran yang nyata dan tidak terbantahkan atas berbagai aturan prinsip Etik Insan Ombudsman dan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Anggota Ombudsman,” ucap Ketua Majelis Kehormatan Ombudsman, Masdar Farid Mas’udi, dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Jumat (29/11/2013).

Ombudsman membentuk Majelis Kehormatan untuk mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Azlaini karena dilaporkan petugas PT. Gapura Angkasa, Yana Novia, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, yang ditampar Azlaini Agus akibat penundaan keberangkatan ke Bandara Kuala Namu, Medan, dari Riau pada Oktober lalu.

Tindakan pemukulan terhadap Yana Novia dan makian kata-kata kasar terhadap beberapa orang yang dilakukan Azlaini Agus memperlihatkan ketidakcakapan. Meskipun begitu hingga saat ini Azlaini Agus tidak mengakui pemukulan terhadap Yana Novia, Majelis meyakini telah terjadi pemukulan tersebut. Belum lagi, kesaksian yang serasi dan tanpa perbedaan antara keterangan para saksi di bawah sumpah dengan bukti visum et repertum yang disampaikan dalam penjelasan Polresta Pekanbaru adalah hal yang sulit terbantahkan perihal telah terjadinya pemukulan tersebut. “Majelis meyakini benar telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh Ibu Azlaini Agus terhadap Yana Novia. Meski hingga saat ini Ibu Azlaini tidak mengakui pemukulan tersebut, akan tetapi kesaksian yang serasi di bawah sumpah dengan bukti ‘visum et repertum’ yang disampaikan dalam penjelasan Polresta Pekanbaru adalah hal yang sulit terbantahkan," tambah Masdar Farid Mas’udi saat jumpa pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Jumat (29/11/2013).

 “Selain itu, adanya keinginan kuat dari keluarga dan kolega Azlaini untuk meminta maaf kepada Yana Novia dan keluarganya merupakan pengakuan tersembunyi bahwa peristiwa itu benar terjadi,” ungkap Masdar Farid Mas’udi.

Tak hanya itu, serangkaian kata kasar berupa hardikan dan makian yang diucapkan oleh Azlaini Agus terhadap beberapa orang yang ada disekitar kejadian pemukulan diyakini majelis juga telah dilontarkan. Hal tersebut berdasarkan atas keterangan saksi-saksi yang menyampaikan keterangan di hadapan Majelis.

Atas perbuatannya, Majelis menilai Azlaini Agus telah melakukan tindakan yang melanggar beberapa unsur dalam Kode Etik Insan Ombudsman yang diatur dalam Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik Insan Ombudsman yang dalam hal ini Azlaini Agus juga turut merumuskan peraturan itu.

Azlaini Agus telah melakukan pelanggaran atas Pasal 5 huruf c yang mengatur prinsip saling menghargai, yakni kesejajaran dalam perlakuan, baik kepada masyarakat maupun antar sesama anggota atau staf Ombudsman serta bersikap rendah hati. (ant)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.279.518 Since: 05.03.13 | 0.1817 sec