Hukum

Majelis Kehormatan Ombudsman Rekomendasikan Pemberhentian Wakil Ketua Ombudsman

Friday, 29 Nopember 2013 | View : 760

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua Ombudsman RI nonaktif, Azlaini Agus harus menerima ‘pil pahit’ dan getah terkait insiden pemukulan terhadap Yana Novia, pramugari maskapai Garuda Indonesia yang dilakukan beberapa waktu silam di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Akibatnya, kasus penamparan terhadap pramugari tersebut, Azlaini Agus direkomendasikan oleh Majelis Kehormatan Ombudsman untuk diberhentikan secara tetap.

Majelis Kehormatan Ombudsman merekomendasikan pemberhentian tetap Wakil Ketua Ombudsman, Azlaini Agus, karena terbukti melanggar prinsip etik. “Majelis merekomendasikan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Azlaini Agus dan sanksi lainnya yang dimungkinkan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan sebagai akibat dari pemberhentian tetap ini, karena telah terjadi pelanggaran yang nyata dan tidak terbantahkan atas berbagai aturan prinsip Etik Insan Ombudsman dan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Anggota Ombudsman,” ucap Ketua Majelis Kehormatan Ombudsman, Masdar Farid Mas’udi, dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Jumat (29/11/2013).

Ombudsman membentuk Majelis Kehormatan untuk mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Azlaini karena dilaporkan petugas PT. Gapura Angkasa, Yana Novia, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, yang ditampar Azlaini Agus akibat penundaan keberangkatan ke Bandara Kuala Namu, Medan, dari Riau pada Oktober lalu.

Tindakan pemukulan terhadap Yana Novia dan makian kata-kata kasar terhadap beberapa orang yang dilakukan Azlaini Agus memperlihatkan ketidakcakapan. Meskipun begitu hingga saat ini Azlaini Agus tidak mengakui pemukulan terhadap Yana Novia, Majelis meyakini telah terjadi pemukulan tersebut. Belum lagi, kesaksian yang serasi dan tanpa perbedaan antara keterangan para saksi di bawah sumpah dengan bukti visum et repertum yang disampaikan dalam penjelasan Polresta Pekanbaru adalah hal yang sulit terbantahkan perihal telah terjadinya pemukulan tersebut. “Majelis meyakini benar telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh Ibu Azlaini Agus terhadap Yana Novia. Meski hingga saat ini Ibu Azlaini tidak mengakui pemukulan tersebut, akan tetapi kesaksian yang serasi di bawah sumpah dengan bukti ‘visum et repertum’ yang disampaikan dalam penjelasan Polresta Pekanbaru adalah hal yang sulit terbantahkan," tambah Masdar Farid Mas’udi saat jumpa pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Jumat (29/11/2013).

 “Selain itu, adanya keinginan kuat dari keluarga dan kolega Azlaini untuk meminta maaf kepada Yana Novia dan keluarganya merupakan pengakuan tersembunyi bahwa peristiwa itu benar terjadi,” ungkap Masdar Farid Mas’udi.

Tak hanya itu, serangkaian kata kasar berupa hardikan dan makian yang diucapkan oleh Azlaini Agus terhadap beberapa orang yang ada disekitar kejadian pemukulan diyakini majelis juga telah dilontarkan. Hal tersebut berdasarkan atas keterangan saksi-saksi yang menyampaikan keterangan di hadapan Majelis.

Atas perbuatannya, Majelis menilai Azlaini Agus telah melakukan tindakan yang melanggar beberapa unsur dalam Kode Etik Insan Ombudsman yang diatur dalam Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik Insan Ombudsman yang dalam hal ini Azlaini Agus juga turut merumuskan peraturan itu.

Azlaini Agus telah melakukan pelanggaran atas Pasal 5 huruf c yang mengatur prinsip saling menghargai, yakni kesejajaran dalam perlakuan, baik kepada masyarakat maupun antar sesama anggota atau staf Ombudsman serta bersikap rendah hati. (ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.209.534 Since: 05.03.13 | 0.2693 sec