Hukum

Uang Titipan Widodo Ratanachaitong

JAKARTA-SBN.

Deviardi pelatih golf pribadi mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR), dihadirkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, sebagai saksi untuk terdakwa Simon Gunawan Tanjaya.

Dalam persidangan terungkap, Rudi Rubiandini pernah memerintahkan Deviardi untuk bertemu dengan Widodo Ratanachaitong bos Kernel Oil Pte Ltd. (KOPL) di Singapura. "Saya cuma disuruh ketemu yang mulia. Pak Rudi meyakinkan saya bilang saja saya yang suruh ketemu," kata Deviardi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Menurutnya, pertemuan dengan Widodo Ratanachaitong berlangsung pada bulan Maret 2013 disebuah restoran di Singapura. Menurutnya, pertemuan itu, berlangsung setelah berkomunikasi lewat telepon. "Janjian ketemu di Singapura, setelah satu minggu telepon," pungkasnya.

Pelatih golf mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR), Deviardi alias Ardi saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas dengan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Kamis (28/11/2013) mengaku Widodo Ratanachaitong pernah menitipkan uang SIN$ 200 ribu kepadanya saat bertemu di Singapura.

Deviardi langsung menghubungi Rudi Rubiandini dan mendapat perintah agar uang itu disimpan. “Saya disuruh Pak Rudi buka tabungan atas nama saya buka rekening di CIMB,” bebernya.

Selain uang dari Widodo Ratanachaitong, Deviardi juga mengaku pernah diminta Rudi Rubiandini untuk bertemu sejumlah orang. Termasuk, pejabat SKK Migas. “Saya pernah  disuruh Pak Rudi ketemu dengan Pak Gerhard, disuruh Pak Rudi lagi bertemu Pak Widjanarko. Saya pernah disuruh Pak Rudi ketemu Ibu Meris,” bilang Deviardi.

Beberapa kali dia juga mengaku juga dititipi uang untuk Rudi Rubiandini. Dia mencontohkan salah satunya saat bertemu Johannes Widjanarko. “Saya terima dari Widjanarko SIN$ 600 ribu. Saya lapor ke Pak Rudi. Ini dikasih Pak Wijo,” ujarnya.

Selain itu, pelatih golf Rudi Rubiandini, Deviardi juga mengaku pernah menerima titipan uang dari Direktur Utama PT. Parna Raya Group, Artha Meris Simbolon untuk Rudi Rubiandini. Dia menerima titipan uang sebanyak dua kali. Hal ini disampaikan Deviardi saat diperiksa bagi saksi Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).

Perkenalan pertama Deviardi dengan Artha Meris Simbolon terjadi di lapangan golf di Gunung Geulis. Saat itu ia dikenalkan oleh Rudi Rubiandini. Setelah pertemuan itu, Rudi Rubiandini memerintahkan Deviardi untuk bisa bertemu dengan Artha Meris Simbolon. Pertemuan pertama terjadi di Hotel Sari Pan Pasific. Saat itu Artha Meris Simbolon menyerahkan langsung uang US$ 200 ribu kepada Deviardi agar diberikan ke Rudi Rubiandini. “Artha Meris yang serahkan langsung," kata Deviardi. Selanjutnya Deviardi bertemu di sebuah cafe dan diberikan uang US$ 22 ribu. “Yang pertama US$ 200 ribu, kedua US$ 22.000,” katanya. Yang terakhir sebesar US$ 50 ribu di McDonalds Kemang, Jakarta Selatan.

Selain menerima uang titipan, Rudi Rubiandini kemudian meminta Deviardi untuk menyimpannya. “Ada di satu rekening di safe deposit box, ada juga yang tabungan,” ujarnya.

Uang yang disimpan itu digunakan untuk kepentingan pribadi Rudi Rubiandini. Misalnya, untuk pembayaran golf, transfer termasuk untuk pembelian kendaraan bermotor. “Untuk beli mobil Toyota Camry, Volvo, ada untuk bayar tanah, ada untuk bayar DP pernikahan anak Pak Rudi, ada kasih tunai kepada anak Pak Rudi,” terang Deviardi.

Deviardi mengaku jika pemasukan dan pengeluaran uang itu dicatatnya dalam buku agenda. “Saya catat di agenda saya. Agendanya sudah saya serahkan ketika diperiksa KPK,” tandasnya.

Deviardi alias Ardi yang juga tersangka dalam suap di lingkungan Migas ini dimintai sejumlah keterangan terkait hubungan Rudi Rubiandini dengan Simon Gunawan Tanjaya.

Persidangan terdakwa kasus dugaan suap pengurusan lelang di SKK Migas sekaligus Komisaris PT. Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya, makin menarik karena mulai bermunculan fakta menarik.

Menurut saksi Deviardi alias Ardi, dia mengaku pernah mendengar makelar (trader) minyak Widodo Ratanachaitong menyatakan memiliki jaringan hingga Istana dan anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau kerap dipanggil Ibas.

Deviardi alias Ardi yang juga tampil sebagai saksi dalam persidangan adalah pelatih golf mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.), menyebutkan Widodo Ratanachaitong mengungkapkan hal itu saat keduanya bertemu di Singapura pada Maret 2013. "Dari keterangan yang disampaikan Widodo ke saya, dia main di SKK Migas. Dia punya tujuh perusahaan minyak, ada jaringan ke Istana, DPR, dan Dipo Alam. Kata dia, kalau Rudi berhubungan dengan Widodo, membuat Ibas dan Istana tenang," ungkap Deviardi saat bersaksi dalam sidang Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Majelis hakim sempat menanyakan apa maksud Widodo Ratanachaitong menceritakan hal itu kepada Deviardi. Tetapi, Deviardi mengaku tidak tahu dan cuma mendengarkan cerita Widodo Ratanachaitong. "Saya cuma mendengar saja yang mulia," jawab Deviardi.

Seperti diketahui, dalam dakwaan Simon Gunawan Tanjaya, Widodo Ratanachaitong disebut bersama-sama dengan Simon Gunawan Tanjaya dan korporasi KOPL memberikan uang sebesar SIN$ 200 ribu dan US$ 900 ribu untuk Kepala SKK Migas nonaktif, Rudi Rubiandini melalui perantara Deviardi.

Komisaris PT. Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Simon Gunawan Tanjaya didakwa telah menyuap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (RR).

Uang itu diberikan agar Rudi Rubiandini melakukan perbuatan-perbuatan terkait pelaksanaan lelang terbatas Minyak Mentah dan Kondensat Bagian Negara di SKK Migas. Suap diduga untuk memuluskan  tender kondensat di Senipah periode Juli-Agustus 2013. Menurut Deviardi, suap tersebut supaya Rudi Rubiandini menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah periode Juli 2013.

Simon Gunawan Tanjaya dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ant)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.001.767 Since: 05.03.13 | 0.4549 sec