Hukum

Kasus SKK Migas, Asep Toni Diperiksa 11 Jam

JAKARTA-SBN.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa sopir pribadi Rubi Rubiandini, Asep Toni dari RSUD Banjar, Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu (23/11/2013) petang. Penyidik KPK memutuskan untuk menjemput paksa Asep Toni di Ciamis.

Penyidik KPK langsung membawa Asep Toni ke kantor KPK, Jakarta, untuk kemudian dimintai keterangan sebagai saksi. Asep Toni bersama tim penyidik KPK yang membawanya tiba di Gedung KPK, Jakarta pada Sabtu (23/11/2013) malam, sekitar pukul 21.23 WIB.

Asep Toni terpaksa dijemput paksa karena dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sakit dan perlu rawat inap. Padahal, dokter menyatakan dia tidak memerlukan rawat inap. KPK menyebut bahwa Asep Toni telah dua kali mangkir dalam pemanggilan tersebut. Menurut Johan Budi SP., penyidik sudah dua kali memanggil Asep Toni untuk menjadi saksi di KPK. Namun, Asep Toni tidak pernah datang. “Penyidik berkoordinasi dengan dokter RSUD Banjar dan dokter merekomendasikan bahwa saksi tidak perlu rawat inap dan boleh dibawa ke Jakarta," terang Johan Budi SP.

Menurut Johan Budi SP., Asep Toni sempat menghindari pemeriksaan dengan modus mengaku sakit. Ketika ditanyai penyebabnya, Asep Toni beralasan sakit. "Saya sakit maag dan prostat," bilang Asep Toni.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, menceritakan kronologi penangkapan Asep Toni. Mulanya, penyidik KPK lebih dulu berkoordinasi dengan Polres Cimahi dan Polsek Cijeunjing, Ciamis. Penyidik sempat mencari Asep Toni di salah satu rumahnya di Cimahi, Jawa Barat, tetapi tidak ditemukan. Berdasarkan informasi dari Cimahi itu selanjutnya penyidik KPK mendatangi rumah Asep Toni lainnya di Cijeunjing, Ciamis. Setelah didatangi, orang yang dicari juga tidak ada di rumahnya. "Setelah mendapatkan informasi keberadaan Asep, penyidik KPK lalu mendatangi dan menjemput paksa Asep dari RSUD Banjar. Asep tidak melakukan perlawanan saat itu," tegas Priharsa Nugraha. Setelah itu, penyidik KPK membawa Asep Toni ke Polres Cimahi untuk dibuatkan berita acara penjemputan saksi. Selanjutnya, Asep Toni dibawa oleh penyidik ke kantor KPK dan langsung dilakukan pemeriksaan.

Kabarnya, selain Asep Toni, ada dua orang yang turut dijemput KPK. Belum ada keterangan mengenai dua orang tersebut.

Asep Toni akan menjadi saksi dalam kasus yang menjerat tersangka mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.).

Diduga Asep Toni mengetahui aktivitas R.R. sekaligus transaksi keuangan yang dilakukan mantan wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu. Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, Asep Toni diduga mengetahui aktivitas Rudi Rubiandini sekaligus transaksi keuangan yang dilakukan mantan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu. "Diduga saksi banyak mengetahui tentang jadwal kegiatan RR (Rudi Rubiandini). Dan diduga ada beberapa transaksi keuangan yang juga diketahui saksi berdasarkan dokumen bukti transfer," beber Juru Bicara KPK, Johan Budi SP., dalam pesannya, Sabtu (23/11/2013).

Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) selaku Kepala SKK Migas ditangkap KPK pada 13 Agustus 2013 karena diduga menerima suap US$ 700 ribu dari perusahaan migas asing.

Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait kegiatan di lingkungan SKK Migas.

Bukan hanya itu, R.R. juga dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebagai sopir pribadi, Asep Toni diduga mengetahui aktivitas bosnya itu. "Diduga saksi banyak tahu tentang jadwal kegiatan RR (Rudi Rubiandini)," ungkap Johan Budi SP.

Minggu pagi (24/11/2013), pemeriksaan ini memakan waktu selama lebih dari sebelas jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Asep Toni, sopir mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, rampung.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa Asep Toni, sopir Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, Minggu (24/11/2013), pada pukul 09.33 WIB. Asep Toni keluar dari kantor KPK pada pukul 09.33 WIB. Dia keluar tidak sendirian. Dia keluar bersama seorang wanita.

Ketika keluar dari kantor komisi antirasuah ini, Asep Toni mengenakan jaket cokelat dan mengenakan penutup kepala warna hitam. Asep Toni juga membawa bantal berwarna biru. Perempuan yang mendampinginya itu mengenakan jilbab hijau.

Asep Toni enggan menjelaskan dan menjawab pertanyaan wartawan terkait pemeriksaan KPK kepada dirinya dan perihal apa yang dilontarkan penyidik KPK kepadanya. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya diperiksa sebelas jam, malam Minggu. Asep Toni hanya mengatakan bahwa dirinya diperiksa sejak malam kemarin. "Dari tadi malam saya diperiksa," ucap Asep Toni seusai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2013).

Lalu, dia keluar dari Gedung KPK dan kembali pergi ke Ciamis dengan taksi Blue Bird.

Diberitakan sebelumnya, KPK juga telah mengajukan pencegahan keluar negeri terhadap empat orang saksi kasus suap dalam aktivitas di sektor hulu migas ini. Kempat orang tersebut, yakni I Gusti Putu Ade Pranjaya (Ajudan Menteri ESDM Jero Wacik), Eka Putra (konsultan), Herman Afifi Kusumo (Presidium Masyarakat Pertambangan Indonesia), dan Deni Karmaina (Dirut PT Rajawali Swiber Cakrawala Oil & Energy Industry). Juru bicara KPK, Johan Budi SP., menambahkan pencegahan dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan kasus suap di SKK Migas. (sm)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.186.933 Since: 05.03.13 | 0.2256 sec