Nasional

Boediono Tak Berwenang Ubah Angka Bailout

JAKARTA-SBN.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. DR. H. Boediono, M.Ec. yang sebelumnya mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengaku tidak berwenang mengubah angka kucuran dana talangan atau bailout terhadap Bank Century dari Rp 630 miliar menjadi Rp 6,7 triliun pada tahun 2008.

Boediono pun menilai, sangat menyakitkan karena ada pihak-pihak yang memanfaatkan proses dana talangan atau bailout itu.

Oleh karena itu, pihak yang menyalahgunakan dana talangan itu layak harus ditindak tegas. “Apabila dalam upaya yang mulia ini ada pihak-pihak yang mempergunakan, menyalahgunakan, ini sebenarnya sangat menyakitkan kita semua,” tutur Boediono di kantornya, Jakarta, Sabtu (23/11/2013) malam. Sebelumnya, penyidik KPK memeriksa Boediono selama 10 jam di kantor Wapres.

Mengenai jumlah dana kucuran sebesar Rp 6,7 triliun, Boediono mengaku tidak berwenang mengubah angka kucuran dana talangan terhadap Bank Century. Angka tersebut ditentukan setelah bank tersebut diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan ditanggungjawani oleh manajemen baru Bank Mutiara.

“Itu terjadi setelah diputuskan bank itu diambilalih oleh LPS untuk diselamatkan dan lembaga itu yang menjadi pemegang saham. Setelah itu oleh LPS dan pengawas Bank, saya kira di situ jawabannya,” kata Boediono. Hal tersebut disampaikan Boediono menanggapi pertanyaan media mengenai dua kali perubahan jumlah dana talangan Bank Century. Awalnya, Rp 630 miliar menjadi Rp 2,5 triliun dan naik lagi menjadi Rp 6,7 triliun.

Perubahan itu, sambung dia, dilakukan setelah Bank Century diputuskan sebagai bank gagal oleh Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK), Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan. “Pengawalnya dari LPS dan pengawas bank dari Bank Mutiara. Kalau ada kekurangan dan kelebihan dari angka-angka yang menutup masa itu ada kekurangan modalnya, CAR-nya itu semua dihitung bersama-sama oleh berdua,” jelas Boediono.

Boediono secara tegas mengemukakan mendukung segala upaya KPK menyelidiki proses dana talangan terhadap Bank Century.

Boediono merasa tidak perlu menanggapi komentar-komentar yang dianggapnya sinis terhadap dirinya mengenai kasus Century.

Yang paling penting, menurut dia, adalah mendukung KPK dalam kasus dana talangan Rp 6,7 triliun tersebut. “Saya sangat percaya kepada KPK untuk menyelesaikan ini untuk menemukan kebenaran secara hukum, kita enggak usahlah komentar macam-macam, kita fasilitasi KPK (menuntaskan),” pungkas Wapres Boediono. (ant)

See Also

Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.785.038 Since: 05.03.13 | 0.136 sec