Nasional

Kapolri Minta Dukungan Pers

Tuesday, 19 Nopember 2013 | View : 784

JAKARTA-SBN.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Sutarman rupanya masih mengingat koreksi presiden Abdurahman Wahid. Maklum, jenderal polisi bintang empat ini sempat menjadi ajudan presiden yang dikenal dengan sapaan Gus Dur.

Dalam acara silaturahmi antara Kapolri dengan insan pers di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2013) Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengawali sambutannya dengan mengajak pada seluruh yang hadir dalam acara tersebut memuji dan bersyukur atas Kebesaran Allah SWT.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jenderal Polisi Sutarman pun menjelaskan alasan menggunakan kata memuji dan bersyukur, karena pada saat diberikan teks pidato selalu diawali dengan kata memanjatkan.

"Kalau dibuatkan pidato selalu dibuatkan sambutan dengan memanjatkan puji syukur. Itu dikoreksi almarhum Gus Dur, kalau menggunakan kata memanjatkan berarti puji dan syukur sudah bisa manjat sendiri," ucap mantan Kapolda Kepri, Jenderal Polisi Sutarman mengenang koreksi Gus Dur.

Hal tersebut yang pernah dikatakan Gus Dur pada saat acara sebuah peresmian suatu waktu. Hal tersebut lah yang membuat mantan Kapolda Jabar, Jenderal Polisi Sutarman selalu menggunakan kalimat memuji dan bersyukur kepada Tuhan saat memulai pidatonya.

"Memanjatkan berarti manjat ke atas, sudah tinggi kok dipanjatkan lagi," ujar mantan Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim 2004-2005.

Dalam pertemuan Jenderal Polisi Sutarman dengan insan pers, mengungkapkan bahwa tugas dan fungsi pokok Polri sangat mulia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, mencegah orang berbuat jahat, serta menegakan hukum terhadap orang yang melakukan penyimpangan.

Dirinya bermimpi dan bercita-cita menjadikan Polri dipercaya masyarakat, sehingga peran media sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat tersebut.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Sutarman, memimpikan institusi Polri bisa dipercaya masyarakat dalam menjalani tugas-tugas pokoknya, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengungkapkan  cita-citanya agar Polri dipercaya oleh masyarakat. “Saya memiliki cita-cita dan mimpi untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang dipercaya masyarakat. Kalau sudah dipercaya, pasti akan dicinta," tutur Kapolri Jenderal Polisi Sutarman saat bersilaturahim dengan insan pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

"Setiap proses pengamanan dan penegakan hukum pasti akan ada ekses yang harus diperbaiki dan dan dievaluasi. Jalurnya cuma satu, bila dikawal proses kehidupan bangsa ini dengan baik, maka akan muncul trust (kepercayaan) dari masyarakat terhadap institusi Polri," bilang mantan Dirreskrim Polda Jatim 2003-2004.

Mantan Kaselapa Lemdiklat Polri pada 2008-2010, Jenderal Polisi Sutarman mengatakan kepercayaan merupakan komponen penting dalam menjalani tugas pokok dan mengurangi anggapan-anggapan negatif yang ada di masyarakat saat ini. "Kalau sudah dipercaya, berbuat salah pun dianggap benar. Berbeda dengan kalau sudah tidak dipercaya, sudah berusaha benar juga dianggap salah," terang dia.

Kepercayaan itu salah satunya bisa ditumbuhkan dengan cara melalui pemberitaan polisi yang positif di media massa. “Saya butuh dukungan teman-teman. Ini supaya kita bisa dipercaya masyarakat. Saya tidak berharap dicintai, tapi dipercaya dulu dan nanti larinya kita akan dicintai. Itu mimpi terjauh saya,” papar Jenderal Polisi Sutarman di sela acara Silahturahmi Kapolri dengan insan Pers di Mabes Polri, Selasa (19/11/2013).

Kabareskrim Mabes Polri yang menjabat sejak 6 Juli 2011 hingga 24 Oktober 2013, Jenderal Polisi Sutarman mengibaratkan, jika orang sudah dipercaya maka berbuat salah pun akan tetap dipercaya dan akan dianggap benar. Tapi kalau tidak dipercaya, maka berbuat baik pun akan dianggap ada motivasi tertentu.

“Kalau (berita tentang polisi) yang disampaikan teman-teman sudah baik, maka akan muncul trust dari masyarakat. Tapi kalau blow upnya tindakan menyimpang anggota Polri terhadap masyarakat, maka timbulnya ya distrust. Jika ini terjadi maka berbahaya tidak hanya bagi institusi Polri, tapi juga negara dan masyarakat,” tambah mantan Kapolda Jabar tahun 2010-2011, Jenderal Polisi Sutarman.

Mantan Kabareskrim 2011-2013, Jenderal Polisi Sutarman berjanji untuk mengembalikan marwah dan tugas Polri untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Menurut Jenderal Polisi Sutarman, masyarakat jangan sampai menyelesaikan masalahnya sendiri, karena jika itu yang terjadi maka akan ada hukum rimba di mana yang kuat akan menang. “Saya berkomitmen memperkuat diri dan Polri harus mampu menyelesaikan seluruh permasalahan di masyarakat,” janji Jenderal Polisi Sutarman.

Mantan Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim 2004-2005, Jenderal Polisi Sutarman berkomitmen untuk mengawal penegakan hukum dalam menjamin keamanan di segala aspek, antara lain pendidikan dan ekonomi, karena menurut dia keamanan adalah investasi. "Selama ini, keamanan dianggap beban, tapi keamanan adalah investasi. Kepastian hukum adalah investasi. Kalau semuanya aman, maka akan tenang dalam bekerja dan akan tercapai ‘goalnya’ (tujuannya), yaitu kesejahteraan," jelas dia.

Terkait Pemilu 2014, Kapolri berjanji pihaknya akan mengawal keamanan, baik di pemilu legislatif maupun di pilpres, dengan jumlah personel kepolisian mencapai 400.000 orang. "Mulai dari Pemilukada, pemilu legislatif, pilpres kita bisa mengawalnya walaupun banyak terjadi pelanggaran. Ini adalah tugas kepolisian bisa mengawal dan mengamankan seluruh tahapan," elaborasi dia. Dia juga meminta peran masyarakat dalam pengamanan pemilu.

Mantan Kapolda Metro Jaya tahun 2010, Jenderal Polisi Sutarman juga menegaskan kalau Polri akan memberikan perlindungan bagi wartawan yang melakukan peliputan berita. Hadir dalam acara tersebut sejumlah petinggi media, diantaranya Ketua PWI, Margiono, Putra Nababan dari Metro TV, Don Bosco Salamun dari Berita Satu TV, Primus Dorimulu dari Suara Pembaruan/Investor Daily, beritasatu.com, Sururi Al Faruk dari Sindo. (ant/tri)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.659.815 Since: 05.03.13 | 0.194 sec