Hukum

Status Istri Piyu Cegah Tangkal

JAKARTA-SBN.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan Anastasia Florina Limasnax (Flo) sebagai pelaku perusakan rumah Vika Dewayani Widyapurna, istri kedua Adiguna Sutowo, di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2 No.2, Kayu Putih, Jakarta Timur. Penyidik kini fokus mengejar Flo yang telah menghilang sejak menabrakkan mobilnya ke rumah Vika Dewayani Widyapurna.

Sopir pengusaha Adiguna Sutowo, Daryono, membenarkan pelaku perusakan pagar rumah Adiguna Sutowo adalah Anastasia Florina Limasnax alias Flo, istri Piyu, gitaris band Padi. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto, mengatakan kepastian Flo menjadi tersangka berdasarkan keterangan para saksi. "Keterangan dua anak buah Adiguna, Hendri dan Daryono, yang menyaksikan di tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan F merupakan Florina Limasnax atau Flo," imbuh Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2013).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan keterangan tersebut didapat setelah penyidik mengajukan foto wanita yang sama dengan yang diajukan kepada Satrio Yudi Wahono alias Piyu, gitaris Padi dalam pemeriksaan yang berbeda. Hasil pemeriksaan Daryono selaku karyawan Adiguna Sutowo memastikan bahwa Anastasia Florina Limasnax adalah perempuan yang menabrakkan mobil Mercedes Benz bernomor polisi B-712-NDR ke rumah Vika Dewayani Widyapurna, Oktober silam. Kombes Pol. Rikwanto mengatakan Daryono mengakui mengenal wanita dalam foto yang disodorkan penyidik sebagai Flo. Daryono merupakan sopir Adiguna Sutowo, yang juga ada di lokasi kejadian ketika Flo mengamuk dan menabrakkan kendaraannya ke pagar rumah Vika Dewayani Widyapurna. Daryono memastikan hal itu dengan menunjuk foto perempuan yang merupakan istri mantan gitaris Padi, Satrio Yudi Wahono alias Piyu. Adapun Daryono mengetahui Flo-lah pelakunya karena ia satu mobil bersama Flo dan Adiguna Sutowo pada hari kejadian. "Daryono membenarkan bahwa wanita tersebut merupakan pelaku perusakan," beber Kombes Pol. Rikwanto di kantornya, Jumat (8/11/2013).

Kepada penyidik, Daryono menjelaskan sebelum melakukan perusakan rumah Vika Dewayani Widyapurna, Adiguna Sutowo dan Flo menghabiskan malam di Bengkel Cafe, Jakarta Selatan, dengan menenggak minuman keras sampai mabuk.

Mantan Wakapolwil Banyumas, Kombes Pol. Rikwanto menuturkan, berdasarkan keterangan Daryono, pada malam sebelum kejadian ia dan Adiguna Sutowo berangkat dari rumah Adiguna Sutowo di Jalan Kamboja, Menteng, sekitar pukul 22.00 WIB. Dengan menggunakan Mercedes Benz B 712 NDR tipe S350, mereka menuju Apartemen Four Seasons di kawasan Kuningan. Pada Jumat (25/11/2013) sekitar pukul 22.00 WIB, Daryono bersama Adiguna Sutowo berangkat dari rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan sempat mampir ke apartemen Four Season. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Bengkel Cafe di SCBD. "Kata Daryono, dia mengantar majikannya menggunakan mobil Mercy B 712 NDR ke Apartemen Four Season, kemudian ke Bengkel Cafe, Jakarta Selatan. Di situ Adiguna sampai pukul 01.30 WIB," beber Kombes Pol. Rikwanto.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Daryono kembali untuk menjemput bosnya. Adiguna Sutowo ternyata keluar bersama Flo. Keduanya dalam keadaan mabuk. Adiguna Sutowo meminta Daryono untuk mengantarnya ke rumah istri kedua Adiguna, Vika Dewayani Widyapurna, di Pulomas Barat Blok D2 Nomor 2, Jakarta Timur. Mantan Wakapolwil Banyumas, Kombes Pol. Rikwanto menambahkan Adiguna Sutowo kemudian keluar dari Bengkel Café bersama Flo dalam keadaan mabuk. Flo ikut masuk ke mobil dan duduk di belakang bersama Adiguna Sutowo. Dari Bengkel Cafe, mereka disopiri Daryono ke rumah Vika Dewayani Widyapurna.

Setibanya sampai di tujuan, di rumah Vika Dewayani Widyapurna, Flo memerintahkan Daryono membuka pintu pagar rumah Vika Dewayani Widyapurna. Daryono turun untuk membuka pagar rumah Vika Dewayani Widyapurna. Saat pagar baru terbuka setengah, ia menemukan Flo telah duduk di belakang kemudi. Flo mengambil kemudi mobil Mercedes, meminta Daryono bergeser, dan menghidupkan mobil. Daryono lantas meminta Flo untuk turun. Namun, perempuan itu menolak dan menabrakkan kendaraan ke pagar rumah Adiguna Sutowo.

Sementara Adiguna Sutowo yang masih dalam keadaan mabuk duduk di kursi belakang. "Waktu terjadi perusakan, Adiguna ada di kursi belakang mobil Mercedes," terang Kombes Pol. Rikwanto.

Daryono sempat berusaha menghentikan tindakan Flo, namun tidak berhasil, kemudian menghubungi anak buah Adiguna Sutowo bernama Hendri. Hendri adalah salah satu pegawai Adiguna Sutowo. “Daryono gagal mencegahnya, lalu ia menghubungi Hendri," papar Kombes Pol. Rikwanto.

Saat menunggu kedatangan Hendri itu, Daryono sempat mendengar Flo dan Adiguna Sutowo dua kali berbicara agak keras dalam bahasa Inggris. "Ia tak tahu apa artinya," ucap Kombes Pol. Rikwanto.

Berdasarkan keterangan Daryono, Hendri tiba di lokasi kejadian sekitar 10 menit kemudian dengan mengendarai mobil sedan Honda City. Hendri mencoba meredam kemarahan Flo, namun tersangka meminta mobil Hendri untuk menabrak pagar itu kembali. Untuk menghindari perusakan susulan, Hendri membawa Flo meninggalkan lokasi kejadian bersama Adiguna Sutowo dan Daryono. Kemudian mereka berempat pergi meninggalkan rumah Vika Dewayani Widyapurna.

Di sekitar area daerah Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur, Flo meminta turun dari mobil. Gagal dicegah, Flo pergi tanpa pamit dengan menggunakan taksi. Tiga orang lainnya kembali menuju Menteng.

Flo tak dapat dihubungi sejak saat itu. Mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto mengungkapkan setelah kejadian itu, para saksi tidak berkomunikasi dengan Flo.

Kuasa Hukum dari Vika Dewayani Widyapurna, Syarifuddin Noor, menduga Anastasia Florina Limasnax alias Flo tak kunjung berhasil ditangkap pihak kepolisian karena disembunyikan. Sebagaimana diketahui, Flo adalah tersangka kasus perusakan rumah Vika, istri kedua dari Adiguna Sutowo, di Pulomas, Oktober lalu. "Saya pikir dia (Flo) ini disembunyikan, ya, oleh salah seorang pihak agar tidak tertangkap. Buktinya, sampai sekarang belum berhasil ditemukan," tandas Syarifuddin Noor ketika dihubungi, Sabtu (9/11/2013).

Syarifuddin Noor melanjutkan, dugaannya bahwa Flo disembunyikan atau dilindungi semakin terasa setelah mendengar keterangan suami Flo, Satrio Yudi Wahyono alias Piyu, yang berubah-ubah saat diperika pihak kepolisian.

Salah satu poin yang menurut Syarifuddin Noor janggal adalah keterangan Piyu soal keberadaan Flo pada hari kejadian, 26 Oktober 2013. Dalam keterangan awal, Piyu mengaku bertemu dengan istrinya saat pulang kerja sekitar pukul 20.00 WIB dan setelah itu pergi tidur bersama.

Namun, dalam keterangan berikutnya, Piyu berkata bahwa ia ke tempat tidur tak bersama sang istri. Istrinya datang belakangan ketika dirinya sudah terlelap. Piyu pun berkata bahwa dirinya tak melihat langsung kehadiran Flo, hanya merasakannya. "Tapi saya rasa wajar juga sikap Piyu. Namanya juga suami, pasti peduli akan istrinya. Wajarlah," ia menjelaskan.

Terakhir, Syarifuddin Noor berharap Flo belum keburu melarikan diri ke luar negeri. Pasalnya, kata dia, hal itu akan mempersulit kerja polisi untuk mencari perempuan yang sudah ditetapkan tersangka itu. "Kalau masih di Indonesia masih gampanglah. Yah, itu P.R. pihak kepolisian,” pungkas Syarifuffin Noor.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya kesulitan mencari jejak Anastasia Florina Limasnax alias Flo yang menjadi tersangka kasus perusakan rumah Vika Dewayani Widyapurna, istri dari Adiguna Sutowo.

Istri Satrio Yudi Wahono alias Piyu itu terus diburu kepolisian. Beberapa media pun mencoba mengkonfirmasi keberadaan Flo kepada musisi Satrio Yudi Wahono atau lebih dikenal dengan nama Piyu melalui telepon selulernya. Namun Piyu belum kunjung memberikan tanggapan.

Saat ditelepon, kedua nomor telepon selulernya aktif, tapi tidak lama kemudian terputus. Pesan pendek juga tak dibalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengaku pihaknya kesulitan mencari Flo. "Belum ketemu, kita masih cari-cari ini, bingung orangnya di mana," papar Kombes Pol. Rikwanto, Sabtu (9/11/2013).

Mengenai keberadaan Flo, Kombes Pol. Rikwanto mengatakan hingga saat ini polisi masih mencari keberadaannya. "Saat ini, petugas mencari keberadaan Flo," tukas Kombes Pol. Rikwanto.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto, mengakui bahwa pihaknya belum berhasil mengendus jejak dari Flo. "Kalau sudah berhasil diketahui jejaknya, pasti kami tangkap,” tandas mantan Wakapolwil Banyumas.

Mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto mengaku tak bisa memastikan apakah Flo masih berada di Jakarta atau bahkan masih ada di Indonesia atau sudah di luar negeri sebelum status cekal dikeluarkan, meski yang bersangkutan sudah diberikan status cekal atau tepatnya ‘cegah tangkal’. "Yang bersangkutan sudah dicekal," kata dia. (tem/ant)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.279.601 Since: 05.03.13 | 0.2033 sec